Selasa, 04 September 2012

Tuhan, ini.. saya kembalikan.

Seorang bapak pernah bercerita...
Katanya hidup ini tentang melepaskan.
Hidup ini tentang perpisahan.

Katanya, sewaktu kita masih dikandung oleh ibu kita, ibu membawa kita kemanapun ia pergi di dalam rahimnya.
Namun, ibu kita pada akhirnya harus melepaskan kita ke dunia.
Kemudian, setelah kita lahir, orang tua kita akan memegang tangan kita dan mengajari kita bagaimana caranya  berjalan.
Namun, ada saatnya mereka harus melepaskan tangan kita dan membiarkan kita berjalan seorang diri tanpa bantuan.

Lalu kita beranjak dewasa.
Kita mulai belajar mengendarai sepeda. Di sana juga orang tua kita memegang bagian belakang dari sepeda kita agar kita tidak terjatuh dan dapat mengendarai sepeda dengan seimbang.
Setelah kita dapat mengendarai sepeda sendiri, mereka tentunya akan melepaskan genggamannya dari sepeda yang kita kendarai dan membiarkan kita menjauh, pergi bersama sepeda yang kita kendarai.

Saat kita mulai bersekolah, lagi-lagi orang tua kita harus melepaskan kita.
Kita mulai keluar dari lingkungan rumah dan bertemu dengan berbagai jenis orang.
Orang tua kita tidak mungkin dapat membatasi hal-hal yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita.
Mereka harus melepaskan kita.
Membiarkan kita mempelajari hidup...
atau mungkin membiarkan hidup mengajarkan kita apapun yang ingin dia sampaikan.

Dalam banyak hal, kita akan berpisah...
semua akan berubah dan tidak tetap sama.
Kita belajar melepaskan.

Pada akhirnya, orang tua kita harus melepaskan buah hati yang mereka pelihara dengan segenap hati untuk seorang pemuda atau pemudi asing yang sama sekali tidak mengambil bagian dalam jerih payah mereka dalam membesarkan buah hati mereka.
Ini tidak mudah, tapi mereka, untuk yang ke sekian kalinya, akan melepaskan kita.

Hal ini akan terus terjadi...
sampai kematian memisahkan manusia dari semua kerabatnya dan bertemu dengan Sang pencipta.


***


Saya jadi berpikir,
mungkin manusia bukan melepaskan.

Mungkin manusia hanya mengembalikan apa yang dipercayakan kepada mereka.

Mungkin manusia hanya kembali kepada kodratnya.

Hanya menjadi seperti apa yang seharusnya.

Mengikuti proses Sang Sutradara dan menikmati setiap saat demi saat yang dianugerahkan bagi manusia oleh Tuhannya.

Menikmati setiap proses 'berpulang' karena dunia dengan segala definisinya sudah terlampau mengembara. Jauh.


Jadi, siapkah kita melepaskan..?
Pertanyaan ini sulit dijawab dan saya rasa memang tidak perlu dijawab. Cukuplah menjadi sebuah perenungan.


Saya akan mengutip  dua buah pernyataan yang berbunyi,


No matter how much suffering you went through, you never wanted to let go of those memories.
- Haruki Murakami


Some people believe holding on and hanging in there are signs of great strength. However, there are times when it takes much ore strength to now when to let go and then do it. - Ann Landers.






Bandar Lampung, 03092012
Di tengah-tengah hujan abu Gunung Anak Krakatau.



13466923741854877713