Rabu, 24 Oktober 2012

Pajangan ? - Kristin Natalia


“ No Smoking Area “
Slogan yang sudah umum banget. Hampir ditiap tempat yang ber AC tulisan itu mejeng. Dari anak-anak sampai orang dewasa tahu apa arti tulisan itu. Area bebas rokok itu artinya. Tapi entah kenapa, semakin banyak tulisan itu terpampang, semakin banyak pula orang yang melanggar dan dengan sengaja malah ngerorok ditempat tersebut.
“ Dilarang buang sampah sembarangan ! “
            Satu lagi slogan yang ya sudah tidak asing lagi. Mungkin pada kenyataannya tulisan tersebut tidak memakai tanda seru (!) tapi saya tambahkan tanda itu supaya terkesan bahwa tulisan itu adalah perintah bukan anjuran.
“ Haduh, jakarta kotor “
“ Haduh, jakarta banyak sampah “
“ Haduh, coba jakarta itu bersih kaya negeri singa “
“ Haduh….haduh….haduh…..”
Keluhan-keluhan yang terucap dari kebanyakan orang karena kondisi yang tidak bersih. Eitssss, plung….sekeresek sampah dibuang ke kali
Plung…..tissue abis buang ingus dibuang dijalanan
Plung…bungkus permen yang dibuang gitu aja. Gimana ga kotor ??
Suka banget dengan ungkapan dari seseorang “ Jika kamu bukan orang sembarangan, jangan buang sampah sembarangan ! “
“ Area Khusus Wanita “
            Buat pengguna transjakarta ( Salah satu alat transportasi di Jakarta ) kata-kata tadi sangatlah lumrah. Bukan karena dihapalkan, tapi disetiap bus ini memang terpampang tulisan ini. Yang artinya, area yang dikhususkan hanya untuk wanita. Hanya wanita loh, bukan yang agak kewanita-wanitaan atau yang mendadak lemah kembut seperti wanita. Tapi, sepertinya teguran penjaga pintu atau tulisan tadi ga cukup menyadarkan bahwa ada pemisahan area wanita dan pria.
            Mungkin sebagian besar peraturan cukup sulit dilakukan oleh orang-orang. Tapi, ada istilah bisa karena terbiasa. Agree !!! Kalau tidak pernah dicoba untuk mentaati, kapan bisanya ?? Jangan terus mengeluh untuk setiap keadaan, tapi mulai ikuti aturan main dan dimulai dari diri sendiri. Please be a wise !

Selasa, 04 September 2012

Tuhan, ini.. saya kembalikan.

Seorang bapak pernah bercerita...
Katanya hidup ini tentang melepaskan.
Hidup ini tentang perpisahan.

Katanya, sewaktu kita masih dikandung oleh ibu kita, ibu membawa kita kemanapun ia pergi di dalam rahimnya.
Namun, ibu kita pada akhirnya harus melepaskan kita ke dunia.
Kemudian, setelah kita lahir, orang tua kita akan memegang tangan kita dan mengajari kita bagaimana caranya  berjalan.
Namun, ada saatnya mereka harus melepaskan tangan kita dan membiarkan kita berjalan seorang diri tanpa bantuan.

Lalu kita beranjak dewasa.
Kita mulai belajar mengendarai sepeda. Di sana juga orang tua kita memegang bagian belakang dari sepeda kita agar kita tidak terjatuh dan dapat mengendarai sepeda dengan seimbang.
Setelah kita dapat mengendarai sepeda sendiri, mereka tentunya akan melepaskan genggamannya dari sepeda yang kita kendarai dan membiarkan kita menjauh, pergi bersama sepeda yang kita kendarai.

Saat kita mulai bersekolah, lagi-lagi orang tua kita harus melepaskan kita.
Kita mulai keluar dari lingkungan rumah dan bertemu dengan berbagai jenis orang.
Orang tua kita tidak mungkin dapat membatasi hal-hal yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita.
Mereka harus melepaskan kita.
Membiarkan kita mempelajari hidup...
atau mungkin membiarkan hidup mengajarkan kita apapun yang ingin dia sampaikan.

Dalam banyak hal, kita akan berpisah...
semua akan berubah dan tidak tetap sama.
Kita belajar melepaskan.

Pada akhirnya, orang tua kita harus melepaskan buah hati yang mereka pelihara dengan segenap hati untuk seorang pemuda atau pemudi asing yang sama sekali tidak mengambil bagian dalam jerih payah mereka dalam membesarkan buah hati mereka.
Ini tidak mudah, tapi mereka, untuk yang ke sekian kalinya, akan melepaskan kita.

Hal ini akan terus terjadi...
sampai kematian memisahkan manusia dari semua kerabatnya dan bertemu dengan Sang pencipta.


***


Saya jadi berpikir,
mungkin manusia bukan melepaskan.

Mungkin manusia hanya mengembalikan apa yang dipercayakan kepada mereka.

Mungkin manusia hanya kembali kepada kodratnya.

Hanya menjadi seperti apa yang seharusnya.

Mengikuti proses Sang Sutradara dan menikmati setiap saat demi saat yang dianugerahkan bagi manusia oleh Tuhannya.

Menikmati setiap proses 'berpulang' karena dunia dengan segala definisinya sudah terlampau mengembara. Jauh.


Jadi, siapkah kita melepaskan..?
Pertanyaan ini sulit dijawab dan saya rasa memang tidak perlu dijawab. Cukuplah menjadi sebuah perenungan.


Saya akan mengutip  dua buah pernyataan yang berbunyi,


No matter how much suffering you went through, you never wanted to let go of those memories.
- Haruki Murakami


Some people believe holding on and hanging in there are signs of great strength. However, there are times when it takes much ore strength to now when to let go and then do it. - Ann Landers.






Bandar Lampung, 03092012
Di tengah-tengah hujan abu Gunung Anak Krakatau.



13466923741854877713

Kamis, 30 Agustus 2012

Book Review :The Journeys by : Leny Valenia


The journeys... yapp..finally i can finish it...bukan salah si buku or apa sih..tapi emang dasarnya gua yang emang waktunya terbatas banget buat baca,,hahaha,,parah,..tapi kek temen gua bilang,,yang namanya alasan tetep alasan len,,,hahahaha...

oke ...the journeys...awalnya gue pengen beli buku ini karena two of my favourite authors nyumbangin artikel di buku ini ..and satu lagi..gua demen banget ama gabar cover bukunya yang emang nota bene warna and covernya bikin gua ngeces untuk pegi travelling...hahaha,,,walo itu cuman gambar koper doang ... keren aja gitu...

tapi setelah ditelusuri lebih lanjut..hmm..nice book.. yupp..di buku ini gua bukan hanya tau suka duka penulis,or menariknya sebuah tempat yang sebenarnya boleh jujur.. i have no idea itu tempat dimane aje,,maklum ane buta peta..lebih gampang buat gua ngejalanin langsung dibanding lu suruh gua untuk berimajinasi tentang tempat itu... just give me the picture and photos...gampang banget bukan??haha..itu sebabnya sampai sekarang masih mental jongkok untuk pergi berkelana sendirian keluar kota maupun luar negeri..

anyway..i learn something from this..gua belajar bahwa kita akan selalu bertambah ketika kita membaca..kita akan selalu bertambah ketika kita melakukan suatu perjalanan..bahkan walau perjalanan itu memang harus kita lakukan dalam keadaan terpaksa.. we'll learn something...

dalam buku ini kita akan menemukan alkisah 12 Penulis yang melakukan perjalanan yang berbeda dan dengan dasar yang berbeda..ada yang karena putus cinta, pergi dengan keluarga, karena dinas kerja dan sebagainya...

kita akan nemuin suka duka yang cukup menghibur dari buku ini,.cukup ngakak untuk beberapa hal..bahkan gua baru tau kalo terumbu karang itu adalah hewan ,,,bukan tumbuhan !!! bahkan gua baru tau ada karimun Jawa..yuppp...gua emang lemah di geografi and peta bung!! hahaha...

akhir kata [ceile...macam pidato ketua RT .. *tepok Jidat] ..yeah...rating 4 bintang dari 5 lah buku ini buat gua... buat yang mau baca..silahkan ke toko buku terdekat or minjem gratis ama tetangga or temen sebelah ente yoo...???

ciao!! salam sore ...

Bon appetite!!

l3mon-squash

Sabtu, 11 Agustus 2012

Jauh - Elfriska Sihombing


Ah! andai kamu ada di sini... 

Amorphophallus titanium mekar beberapa hari lagi dan kalau kamu melewatkannya itu artinya kamu akan merindukannya untuk empat tahun ke depan. Entah sengaja atau bagaimana aku tak mengerti, tapi ia mekar tepat di bulan Februari. Sungguh, membuatku semakin kalut merindukanmu.

Aku tidak dapat berjanji akan bisa menikmatinya lagi bersamamu di tahun 2016. Kau tak kunjung datang dan mungkin aku sudah tak disini lagi. “Tak apa-apa” kata itu juga yang selalu kudengungkan dalam hatiku setiap kali kuingat bagaimana caramu meyakinkanku kalau aku cukup memandang langit yang sama, yang memisahkan kita beratus-ratus kilometer jauhnya.

Sampai jumpa di masa depan!