Sabtu, 02 Agustus 2014

Love is Like a Circle by : Mita Vacariani

 
 Love is a funny thing
Whenever I give it, it comes back to me
And it’s wonderful to be
Giving with my whole heart
As my heart receives Your love
Jason Mraz – Love Someone




Lucu jika bicara tentang cinta.  Mungkin kamu pernah mencintai seseorang, tapi orang yang kamu cintai itu tidak balas mencintaimu balik. Tapi kemudian ada orang lain yang menawarkan cintanya untukmu, tapi kamu sama sekali nggak bisa menerimanya. Andaikan saja kita bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta pastinya akan lebih mudah. Lebih sederhana. Bukankah selama ini teori ‘suka sama suka’ itu artinya:  aku suka sama kamu, kamu juga suka sama aku.

Rasanya cinta tidak sesederhana itu. Cinta nggak kaya hitungan matematika yang akan habis ketika kamu bagi dengan seseorang. Mungkin ada saatnya kamu dengan sepenuh hati mencintai seseorang, dan balasan cinta itu kamu dapat dari orang lain. Kemudian kamu akan dengan tulus belajar mencintai orang itu.

Saya nggak tahu apa-apa soal cinta dan saya nggak bermaksud mengajari siapa-siapa tentang cinta. Yang saya tahu seseorang pernah bilang bahwa mencintai adalah keputusan. Keputusan untuk belajar tulus, keputusan untuk melepaskan, dan keputusan untuk menjadi yang terbaik.

Ketika menulis ini, saya baru saja mendengar cerita salah seorang teman yang bertahun-tahun mencintai seorang wanita, tapi perlakuan wanita itu membuatnya menjadi skeptis tentang cinta. Katanya dia tidak bisa mencintai wanita lain sebesar cintanya yang dulu. Rasa sayangnya sudah habis.

Saya hanya bisa mengambil kesimpulan seperti ini:
Love is like a circle..when you love someone, it will back to you..even it doesn’t come from the same person..you being loved by someone else.

Cinta itu tidak akan terbuang dengan sia-sia, karena pasti akan kembali padamu, mungkin dari orang yang berbeda dan mungkin dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Terima kasih kamu bisa berbagi cerita ini, kamu membuat saya percaya cinta yang tulus itu masih ada. Saya mau belajar untuk itu, mungkin dengan kamu J


Tha..160714..11 p.m

Tentang Saya dan Sebuah Doa yang Tulus by : Mita Vacariani


Your prayer for someone may or may not changes them, but it always change you

Konon katanya ketika kita memiliki sebuah keinginan, mulailah dengan doa. Mintalah maka akan diberikan kepadamu.

Saat ini saya juga sedang menaikan sebuah doa. Doa yang sederhana, untuk seseorang. Saya berdoa untuk pekerjaannya, kesehatannya, pergumulan-pergumulan yang selama ini dia ceritakan, dan semua hal yang saya ingat tentang dia dan bisa saya doakan. Tapi kemudian dia mengecewakan saya. Saya sampai ada di titik, malu pada diri saya sendiri dan pada Tuhan, kenapa saya sampai terpikir berdoa untuknya. Tidakkah doa saya sia-sia??

Sampai akhirnya saya sadar akan suatu hal. Bahwa doa saya selama ini hanyalah tentang keinginan saya, permintaan saya, dan semuanya merujuk kepada keegoisan saya sendiri. Mungkin kamu juga pernah seperti itu. Mendoakan supaya seseorang berubah, tujuannya supaya dia lebih baik sama kita. Atau mungkin berdoa supaya seseorang menjadi seperti yang kita inginkan, supaya kita bahagia dan mendapatkan sosok yang ideal sesuai harapan kita.

Tidakkah itu adalah doa yang egois? Bukankah doa bukan lagi berpusat tentang kita, tapi semua tentang Tuhan. Bukan lagi tentang apa yang kita inginkan, tapi apa yang Tuhan inginkan.

Kekecewaan ini ternyata mengingatkan saya untuk menaikkan doa dengan tulus. Bahwa ketika saya berdoa untuk seseorang, tujuannya adalah yang terbaik bagi orang itu, bukan untuk saya. Sekalipun ternyata dia mengecewakan, tapi yang terpenting kita telah melakukan bagian kita, berdoa untuknya.

Hari ini saya memutuskan tetap melakukan bagian saya, berdoa. Mungkin dia belum berubah, mungkin dia tidak akan pernah tahu tentang doa-doa yang saya naikkan, tapi pola pikir saya yang sudah berubah. Saya yang diajar berdoa dengan tulus dan tidak egois. Saya diajar untuk berserah dan membiarkan Tuhan melakukan bagianNya. Dan akhirnya saya percaya tidak ada yang sia-sia dari sebuah doa.


Tha..100614..11 p.m

Untuk Kamu yang Akhirnya Pergi by : Mita Vacariani



If he belongs to you, he will back..but if not, just believe that you deserve better..

Sahabat saya mengatakan hal ini. Waktu itu saya sedang bersedih karena baru saja ditinggalkan seseorang. Seseorang yang baru saja mengisi hati dan hari-hari saya. Bahkan kisah kami belum saja dimulai. Percayalah rasanya lebih sakit daripada patah hati.

“Lo tau kemana harus cari gue, kalo ntar kangen,” itu katanya. “Lo aja yang kangen, gue nggak,” itu balasan saya, padahal maunya sih bilang, “Gue pasti bakalan kangen banget sama lo.”

“Waktu gue ada di Bandung, lo nggak pernah kangen sama gue,” Dia mulai merajuk. Kata siapa? Saya selalu kangen, tapi saya terlalu pandai menyimpannya sendiri.

“Baik-baik ya Mit, ntar klo ada cowo yang deketin, pastiin orangnya jangan kaya gue,” hanya itu pesannya. “Lo juga baik-baik ya, kalo deketin cewe, pastiin orangnya kaya gue.”

Nggak ada farewell party, nggak ada pelukan perpisahan, hanya ada punggungnya yang perlahan menjauh. Beberapa dari mereka datang dan pergi. Beberapa tinggal dan meninggalkan jejak di hati kita. Kadang mereka yang kita kira pergi mungkin hanya bersembunyi untuk kembali. Dan untuk kamu yang akhirnya pergi..mungkin waktu kita saja yang sudah habis. So long and be good..untuk kamu yang pernah datang dan kini pergi.


Tha..090314..10p.m.

Selasa, 01 April 2014

Book Review : CeweQuat by : Leny Valenia

yeppp..hello sodara-sodara ...lama ngga bersua... ini keknya tulisan pertama gua di pojok penulis setelah sekian lama menghilang ngga jelas.. hehehe... smoga kedatangan gua ,,ngga membuat atmosfir pojok penulis jadi dingin ye,,,

oke,..langsung to the point aja deh ..hari ini gua mau ngulek buku yang judulnya "ceweQuat"..

buku ini cukup menarik,,,karena buku ini buat wanita...sorry para pria.. kali ini agak mengalah ye..

buat yang pernah follow @cewequat gua rasa udah tau lah kurang lebih gimana isi buku ini,,

buku ini bisa dikatakan sedikit guidance lah buat para wanita yang mungkin ampe skarang masih banyak pusing mau apa, mau kemana..mau napain especially tentang hidup nya.. mungkin kerjaan ...tujuan idup..bahkan cinta juga ada...

buku ini memberkati gua banget sih ..dari buku ini juga gua disadarin gimana ada bedanya hobi ama passion ..ada bedanya jadi orang aktif and produktif..dan ada juga sedikit test untuk mengetahui kelebihan ..or kekuatan kita dimana.. dan satu lagi..gua disadaarin banget yang namanya hidup itu kudu tau kamunya mau dimana... jangan habisin waktu untuk hal-ha; yang mungkin sebenernya bagus tapi sebenarnya jalannya kita itu ngga disana.,.

so nurut gua boleh lah untuk dimasukkin daftar buku bagus bagi diri gua,,ngga tau ya buat kalian ?

monggo..kunjungi toko buku terdekat and beli ini buku ...

happy reading all ..