Senin, 22 November 2010

A FAMILY BATTLE - sipil atau militer by : Jainar Berliana

Judul: A FAMILY BATTLE - sipil atau militer
Penulis: Jainar Berliana
penerbit: Sheila (Penerbit Andi)

Sinopsis:

Kemenangan Cinta

Dikotomi sipil dan militer ternyata tak hanya jadi monopoli dalam kancah politik. Budi Santoso yang pensiunan tentara, hanya ingin menjodohkan putrinya, Gadis, dengan pemuda militer (berkarier sebagai tentara). Setiap pemuda sipil yang berusaha mendekati putrinya langsung ditolak mentah-mentah.

Gadis pun mati-matian menolak cowok militer yang selalu diajukan bapaknya. Tentara, di mata Gadis sama saja seperti ayahnya, kaku, otoriter, dan tidak gaul. Perseteruan bapak dan putrinya dalam soal menentukan jodoh semakin tajam, tak ada yang bisa mendamaikan keduanya.

KARENINA Before I Say I Do by : JAINAR BERLIANA

Judul : KARENINA Before I Say I Do.
Penulis: JAINAR BERLIANA
Review oleh WASIS WIBOWO, Koran SINDO

Jalinan Cinta Penyiar Radio dan Tentara

Pepatah mengatakan, asam di gunung dan garam di laut, pasti bertemu juga dalam bejana. Secara harfiah, diartikan dua orang yang bertolak belakang latar belakang dan kepribadiannya, jika sudah berjodoh pasti akan bersatu juga.

Novel Karenina, Before I Say I Do, ini mengangkat cerita tentang jalinan cinta dua insan yang memiliki latar belakang, profesi, dan kepribadian yang sangat berbeda. Karenina, seorang gadis yang berprofesi sebagai penyiar radio di kota Bandung terlibat kisah asmara dengan seorang anggota TNI yang sering disapanya Abang.Karenina Raturandang, begitu nama lengkapnya, merupakan tipe perempuan yang aktif, aktraktif, punya banyak teman hangout, dan sedikit punya gejala Histrionic Personality Disorder (Ingin menjadi pusat perhatian dalam setiap kesempatan). Makanya, Karenina gemar gonta-ganti warna rambut dari warna cokelat sampai pink dan paling engga bisa dicuekin, apalagi bertekuk lutut sama cowok.

Rabu, 06 Oktober 2010

Saat sesat sesaat - by : Bobby

.....''mentari pagi mulai bersainar terang,menyapu bayang bayang sang rembulan,,saat semuanya mulai menggantung harapan,,aku hendak terpejam setelah berjalan tanpa tujuan,,saat mentari hendak bersembunyi aku terbangun dan bertanya...

''KEMANAKAH PERGINYA SANG MENTARI??"
kelak akan tiba saatnya aku tahu d...imanakah sang mentari bersembunyi,,setelah berlalu semua ini dan menuntun ku berjalan beriringan daengan terangnya sang mentari yang menyinari setiap harapan yang ku gantung di setiap helaan nafas ku yang merupakan anugerah sang illahi..

Kamis, 23 September 2010

Tetap Mengasihimu by : Alin Sagala

(untuk seorang teman disana,janganlah kasihmu menjadi dingin :D )
Ribuan tawa ribuan canda
t'lah kita lewati bersama
Tetesan air matapun, tlah jadi saksi
perjalanan kebersamaan kita
Hingga sebuah kesalahan terjadi..
Ku tahu ini salahku
dengan tangan terbuka kulayangkan maaf padamu..
Namun tak kudengar sepatah kata terucap darimu..
Sikapmu berubah kau tak sama lagi
Aku seperti orang asing bagimu
Sikapmu seolah menghapus tiap memori kita..
Bencikah kau padaku?
Marahkah kau padaku?
Semua seperti mimpi buruk bagiku..
Ya, semoga hanya sebuah mimpi buruk..
Inginku terbangun darinya..
dan kuraih engkau dalam dekapan..
Dan katakan aku mengasihimu..
Dan tetap akan mengasihimu apapun yang terjadi..

Rabu, 04 Agustus 2010

sebuah 'perasaan' by : Alin Shagala


Sebenarnya kita sering mengatakan hal yang justru terbalik dari kalimat “aku tak pernah sendiri” karna beberapa kali saya bertemu dengan orang yang berwajah muram atau sedih dan berkata ‘saya merasa sendirian’. Dari sekian banyak orang, saya memperhatikan ternyata lebih banya yang berkata ‘saya merasa sendiri’ dibandingkan ‘saya sendirian’. Memang, manusia selalu memakai perasaan. Tapi terkadang karena terlalu larut dalam perasaan jadinya kita berada diposisi yang menjadi benar-benar menyakitkan padahal awalnya hanya perasaan kita. Apakah penting untuk selalu hidup didalam perasaan yang bersalah? Meskipun itu hanyalah ‘perasaan’ semata tapi dalam ‘perasaan’ itu juga seringkali kita terjebak. Ada cerita tentang persahabatan yang yang diakhiri dengan sakit hati, itu dimulai dari perasaan tidak dihargai. Ada cerita tentang sepasang kekasih yang akhirnya memutuskan untuk berpisah dalam hubungan yang tidak baik, itu dimulai dari perasaan ego masing-masing. Ada cerita tentang anak yang pergi dari rumah karena benci kepada orang tuanya, itu diawali dari perasaan anak yang dikekang. Ada lagi cerita tentang seorang pengemis yang kecewa karena tidak banyak yang memberi uang kepadanya, itu dimulai karena perasaan yang selalu mengasihani diri sendiri. Dan semua cerita dimulai dari perasaan, juga tentang kamu yang sedang membaca, itu dimulai dari perasaan.

Bagaimana perasaanmu hari ini, apakah sebuah perasaan akan membawa kamu pada hal yang semestianya tidak kamu lakukan?
Memang perasaan sulit untuk mengalah, tapi perasaan bukan menjadi hal yang akhir, karena akhir dari sebuah perasaan adalah keputusan. Sebuah krputusanlah yang akhirnya membawa kamu pada kemajuan atau kemunduran. Memiliki perasaan bersalah itu wajar, dan memilki perasaan paling benar juga wajar, tapi ingat akhir dari sebuah perasaan adalah keputusan dan tindakan.
Kita diciptakan untuk jadi pemenang termasuk menang dalam perasaan bersalah dan mau berubah. Jangan selalu mengasihani diri sendiri, karena seorang pemenang tidak layak untuk dikasihani, kecuali pemenang itu adalah seorang pecundang.
Apakah kita akan menjadi pemenang sementara atau hanya pemenang sementara?

Selasa, 27 Juli 2010

menahan rasa by : Haris


detuk jantung tak berirama
saat dia lewat dalam benak
semua tenang dan damai terasa
seakan ingin jatuh tergeletak

untaian kata terpendam
saat ada di dekatnya
walau berada di tempat kelam
rasa damai selalu terasa

ingin rasa menggapainya
tanpa daya tertahan rasa
rasa bersalah di masa silam
yang menghatui gelapnya malam

walau hanya memandang mu
itu sudah cukup bagiku
walau hanya lewat puisi ini
kuungkapkan semua rasa di hati

Minggu, 18 Juli 2010

KENAPA HARUS SAKIT, KALAU BISA BERNYANYI ? by :Mpok Mercy Sitanggang

“ Ini belum selesai. Tidak akan selesai mungkin.
“ Kenapa ? “
“ Masih ada yang tersisa “
“ Apa ?
“ Buat apa ? “
“ Apa ??? “
“ Maksa banget ..!!! “
“ Cus.. !!! “
“ Maaf..”
“ Maksud ?? “
“ Saya tunggu kata maaf itu. ASAP “
Nisa selesai dipaksa. Alit selesai memaksa Nisa. Sementara Saya, Toni dan Ana hanya jadi saksi pemaksaan luka tersebut. Mereka berdua tidak pernah selesai bercerita tentang cerita yang dikeluarkan dari gulungan berikat erat. Ikatannya bahkan sudah berkarat. Susah payah ikatannya dibuka lagi. Seperti luka yang sudah mengering. Dikorek terus yang sudah kering. Yang kering kembali menjadi luka. Luka itu yang rasanya sama seperti luka yang dulu. Luka yang sekarang bernama. SAKIT.
Huff.. Dada Nisa selalu sesak setiap kali teringat akan rasa sakit ( itu). Seolah – olah Dia berjalan mundur dengan cepat. Berjalan mundur bukan karena disuruh mundur. Tapi, didorong dari depan. Dipaksa untuk mundur. Nisa berjalan sambil teriak – teriak. Bahkan keringat jagung yang terlihat tidak mampu di tahan sapuan bedak. Walau mahal sekalipun. Nisa tersudut. Nisa tidak bisa keluar dari cerita lalu. Cerita yang ada di dalam mobil, ada di kepala Alit, Toni dan Ana. Tidak di kepala Saya. Saya hanya melihat. Muka Nisa merah. Urat leher Nisa ketarik. Suaranya parau terlalu banyak diumbar.
Di dalam mobil itu.

Senin, 12 Juli 2010

untuk itu sahabat ada by. Alin Shagala



Tepat jam tiga sore mereka berjanjian untuk bertemu dan sekedar ngopi bareng dan saling mengadu cerita-cerita lucu yang sudah mereka siapkan masing-masing. Ya…itulah yang menjadi kegemaran dua orang sahabat wanita itu, mereka sering menghabiskan waktu dengan ditemani suara tawa mereka yang agak berisik. Sore itu Rere lebih dulu datang dan lima belas menit kemudian Ica pun tiba. Dengan suara khas yang sedikit kasar dan tepukan pada bahunya membuatnya sedikit kesal sambil tersenyum menahan tawa. Ujarnya “kapan sih kasar lo bisa ilang Re?”
“ntar Ca kalo ‘kasar’ gue diculik baru ilang..”
“eh, kemaren kemana lo Re?Gue nunggu lo chating tapi kaga muncul-muncul, molor ya lo?
“ya eyalah Ca,ngapain lagi coba malem-malem..!”
“Re, kapan ya kita punya cantolan?!”
“nyante ajalah Ca, toh jodoh ga kan kabur..yah, kaya kita aja bisa sahabatan kaga nyangka kan?”
“nyangka aja ah Re..kita kan sama-sama preman jadi wajar aja kalo kita bisa nyambung dan endingnya jadi sahabat”
“hah,,,siapa bilang gue preman? Lo aja Ca ama keluarga lo, gue ga ikut-ikutan..!”
“eh jangan belokin diri lo Re…gw tau jelas gelagak preman lo..hahhaha”
“oia Re..by the way, gue ga pernah tau loh background lo yang sebenernya…certain donk!”
“tumben elu nanya-nanya gue Ca, ada apa neh?”
“iya, soalnya udah ga ada topic yg lucu lagi Re”
“hfh…kirain…!!”
“tapi emang bener ya Ca..kenapa ya dulu gue disebut preman? Hampir orang yang baru kenal gue, pasti pada takut ma gue..!”
“Rere…rere….mata lo aja udah preman…tau !!!”
“hahahhahaha,,,,,Ca gue dulu emang suka jailin orang abis-abisan, boongin guru, manjat sana sini, malakkin adik kelas, bringas banget lah pokonya..tapi kan itu dulu, jadi wajar kalo gue bukan disebut lagi preman!!”
“nah mending elu Re, gue sama sekali ga kaya lu, gue orang yang rajin dikelas, deket sama guru dan suka bantuin temen-temen gue, tapi kenapa gue disebut preman juga?!”
“udah lah Ca..lupain aja….ngapain coba kita bahas pandangan orang-orang yang sebenernya salah besar..”
“bener elu Re…tumben lo waras,,, !”
Sepanjang dua tahun persahabatan mereka banyak dihabiskan hanya untuk ngopi, ngobrol, tertawa dan hal-hal yang membuat mereka senang sementara.
Tapi dibalik itu semua, Rere sebenarnya tidak tau kalau latar belakang Ica broken home, ia hanya tinggal berdua dengan ibunya yang masih mencari pengganti ayahnya. Orang tuanya bercerai setahun setelah mereka bersahabat, tapi tidak sedikitpun yang Rere ketahui tentang keluarga Ica. Seringkali Ica menangis karena sering bertemu ayahnya yang kerap kali menggandeng wanita yang lebih muda dari ibunya. Dirumah Ica hanyalah seorang pendiam yang hanya tersenyum ketika melihat ibunya lalu masuk kamar hanya untuk diam dan diam, dan berbeda ketika ia bertemu dengan Rere, semuanya ia sembunyikan dengan rapi. Entah merasa malu, minder, tidak percaya, terlalu berat untuk diceritakan…entahlah. Tapi itulah Ica yang sebenarnya.
Berbalik dengan keadaan Rere yang sebenarnya. Ica tidak pernah tahu kalau sebenarnya Rere mengidap sakit kanker. Rere sering tiba-tiba pamit lebih dulu pada Ica dengan alasan sakit perut, padahal Rere sudah tidak kuat menahan sakit ditubuhnya. Rere sering memaksakan pergi untuk nongkrong tapi sulit untuk dia membohongi tubuhnya yang sedang digrogoti penyakit. Setiap Rere sampai dirumah, ia langsung tiduran dipangkuan ibunya sambil menahan rasa sakitnya dan meneteskan air mata. Sempat Rere ingin bercerita pada Ica tentang keadaanya yang sebenanya tapi ia berharap bisa sembuh dan akan menceritakannya setelah ia sembuh nanti.
Tiga tahun persahabatan mereka tetap dalam keadaan yang sama. Hanya diiringi tawa diatas kesedihan mereka masing-masing. Dan sebulan kemudian ternyata Rere harus keluar negeri untuk bisa mendapatkan perawatan yang lebih intensif demi mencapai kesembuhannya, karena kanker Rere sudah stadium tiga. Rere berkata pada Ica ia harus pergi keluar negeri dengan alasan ayahnya pindah kerja, padahal ia akan berobat.
Sempat Ica merasa sedih karena Ica tidak sempat menceritakan keadaan keluarganya yang sebenarnya, sama dengan Rere yang sedih karena ia belum berani cerita tentang sakitnya.
Tiga bulan setelah kepergian Rere keluar negeri, Ica mendapat kabar dari sebuah telepon dari Ibu Rere yang mengabarkan bahwa Rere telah meninggal dunia…………………..
Persahabatan bukan bicara soal senang dan tawa saja. Tapi persahabatan yang sesungguhnya adalah ketika kita mau saling terbuka dan percaya. Jangan katakan ‘kita bersahabat’ jika kita tidak pernah tahu yang sebenarnya tentang sahabat yang sering ada disamping kita. Persahabatan menjadi sempurna ketika kita memiliki waktu untuk terbuka, percaya dan mendoakan.
Jika ada penyesalan, lupakanlah itu..karena penyesalan hanyalah menyesali masa lalu, ingat anda masih memilki masa depan dan harapan…kecuali jika anda ingin menyesal kembali. Rangkullah sahabat kita ketika ia sedih, dan topanglah ketika ia lemah bahkan terjatuh. Karena untuk itulah kata ‘sahabat’ ada.

tak terlintas by : Haris


ku jatuh dan terjatuh lagi
seakan lembah kelam menjadi sobat ku
menjauh dan terus berlari
isi hati ini mulai membatu

lembah kelam menemaniku lagi
memelukku sebegitu eratnya
hasrat terpendam untuk mendaki
melepaskan diri dari peluk-nya

detak jantungku mulai melemah
harapan dan mimpi indah memudar
tanpa harapan ku melangkah
tanpa harapan ku terkapar

terlihat jauh di atas sana
seseorang menanti-ku
namun jauh disana
lembah memisahkan-ku

tak ku kenal nama-Nya
Dia memanggil nama ku
kuabaikan diri-Nya
tanganya terulur untuk ku

Lembah kelam diabaikan-Nya
'tuk menggapai jemari-ku
tak terlintas ini smua
DIa peluk erat hidup-ku

Cinta-Nya lebih dari sebuah maha karya
jutaan warna tak melukiskan Cinta-Nya
jiwa ini terpana dan terpaku
http://www.puisicinta.tk/

Selasa, 06 Juli 2010

Ketidakmustahilan

Ketidakmustahilan
Tak hanya satu atau dua
Tak terhitung banyaknya…
Ya permintaan yang Ia genapi bagiku
Saat kujumpai Ia dalam kamar rahasia
Mulai kuungkapkan kata demi kata
Dari yang kuyakini pasti terjadi
Sampai kata-kata ragu yang terucap
Memenuhi bibir ini
Kelu dalam diam, ketika kudengar Ia berucap
Mengapa keraguan itu ada dalam mulutmu?
Mengapa kebimbangan itu menghiasi pertemuan kau dan Aku?
Bukankah ketidakmustahilan adalah kesukaanKu?
Tak cukupkah semua ?
Tuk buktikan bahwa Aku lebih dari mampu?
Airmata ini jatuh karena hati yang meragu
Kata-kataNya t’lah ingatkanku akan ketidakmustahilanNya
Kedepan ……
Kan kuhiasi perjumpaan aku dan Dia dengan ketidakmustahilan

Hanya lima menit

Canda tawa, tangis bahagia,kesedihan
Bahkan kemesraan dalam persahabatan kita
T’lah hiasi setiap sudut tempat ini
Tak pernah cukup waktu
Saat kebersamaan kita tlah dipertemukan ditempat ini
Namun, semuanya t’lah sirna
Hanya dengan lima menit
Ketika kau memilih kata pisah !!!
Karena sebuah kesalahan yang t’lah lalu
Tak pernah kusangka
Tak pernah terbersit olehku
Saat kata yang menyakitkan itu terucap dari bibirmu
Adakah persahabatan dapat berakhir?
Kurasa tidak
Tempat ini adalah saksi…………
Saksi perjumpaan pertama kita
Juga saksi perpisahan yang tak pernah kuingini
Tapi….
kuharap keadaan ini hanya sementara
Kan kutunggu kau kembali ditempat ini

Sabtu, 03 Juli 2010

embun pagi by : Alin Shagala



embun pagi ini sambut hariku,
hari dimana aku bisa melihat matahari.
Merasakan anugrah Tuhan yang ada dalam setiap hitungan detik.
Katakan kepada setiap alam untuk menyatakan keindahanNYA
Setiap cahaya diberikanNya untuk setiap langkahku..
Disuatu pagi aku tidak melihat embun itu lagi..
Apakah ada cerita tawa dan senyuman hari ini..
Siapa yang akan berada disisiku hari ini..
Aku sangat takut..
Aku tergesa-gesa dalam langkah egoisku..
Aku terjatuh…
Langkah menuju pintu pun terasa semakin jauh
Cahaya itu seperti hilang.
Tidak ada sedikit arah untuk melangkah, walau hanya selangkah pun..
Kasihku pudar dan hanyut dalam kegelisahan..
Pada hitungan detik mataku menjatuhkan air..
Langkahku seperti lumpuh…
Aku hanya terdiam dan tidak sanggup untuk berdiri tegak
Tuhan, Engkau tahu luka hatiku..
Tuhan, Engkau tahu betapa jauh langkahku dari sudut mataMU..
Terimakasih Kau balut luka hatiku..
KASIH….itulah yang selalu Kau tanamkan dilubuk hatiku
Kemenangan ..itulah yang menjadi ketetapanMU atas hidupku
Aku tahu…aku harus melangkahkan kakiku kembali pada cahayaMU
Esok aku akan melihatMU kembali..
Untuk ceritakan kemurnian kasihMU ..
Langit kembali Kau sediakan..
Matahari kembali berikan cahaya..
Embun kembali sambut pagi..
Tuhan terimakasih untuk pagi ini..
Aku tahu
bahwa hari ini,
esok
dan
detik-detik yang akan datang
Kau mengasihiku…

Senin, 28 Juni 2010

T . E . M . A . N . by : Christ Poso Shakti

Apa kabar sobat?
Lama tidak berjumpa.
Akankah kau mendekapku balik,atau
mendorongku pergi?
Lama tak Bertemu bukan berarti saya lupa.
Dunia begitu fana
Sudah rindu petang bersamamu
Pikiran melayang akankahku didera
sejuta pertanyaan
Ceritakanlah padaku kisahmu setelah
engkau bernapas lega

Saat kau bahagia apakah ada yg menemani?
Waktu kau galau siapakah yg menghalau
rasa itu?

Saatnya kau berangkat.tlah ada yg
menjemputmu
Nantikan hadirku ditaman dibangku itu
disana itulah jumpa kita yg berikutnya.

kata2 ini mungkin tak terlihat berarti saat kau pertama melihatnya namun,kuyakini saat kita tlah lama tak bersua dan menjalani kehidupan masing masing,kau kan slalu mengingat hari hari dimana kita pernah tertawa bersama,
menangis bersama dan berjuang bersama.

saat senja nanti,ingatlah!di hatiku,pigura yg terindah pasti kan kusediakan bagi kisah tentang kita yg slalu menantikan senyummu!


temanmu yang bangga padamu

Indahnya Tak Seindah Dirimu by : Yohanes Wibowo



Suatu senja yang cerah di tepi gemercik sungai,
suara jangkerik dan kicauan burung bersahut-sahutan.
Deruh air yang menerpa bebatuan
seakan-akan berpadu dengan desis daun tertiup lembutnya angin gunung yang menari-nari
Setetes embun begitu lincahnya melompat dari dedaunan,
saling berkejar-kejaran dengan penuh canda tawa.
Seakan tak peduli dengan hiruk pikuk dunia,
mereka saling tertawa dan bersenda-gurau.
Melompat dari selembar daun dengan indah kedalam sungai,
melenggak-lenggok mengikuti tarian sungai,
sesekali melompat dan menghempas bebatuan yg berkilau.
Sekawanan air yg bergurau dengan penuh sukacita,
membuat kerumunan lumut hijau sirik dan hanya terpukau,
memandang dari jauh dan hanya berangan,
“Seandainya aku adalah mereka”.
Tapi kehidupan mereka bagai kincir angin yang tak berdaya,
meluncur dari bebatuan gunung ke samudera raya,
menguap dan terbang melayang ke angkasa,
bergumul dalam badai nan kelam,
jatuh terhempas terjerembab ke daun dan bebatuan.
Bersyukurlah kita bukan mereka,
yang bisa memilih kapan menangis dan tertawa.
Bersyukurlah kita bukan mereka,
yang meski tertawa tapi tak berdaya.
Karena kamu lebih berharga, jauh lebih berharga,
dari kawanan air, kerumunan daun, ataupun bebatuan ind

Jumat, 25 Juni 2010

Penjual sisir di biara by : Christ Poso Shakti

diambil dari kisah nyata cerita rakyat shanxi di biara shaolin china pada abad pertengahan..

Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang penjual yang baru.

Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.

Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut.. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.

Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)

Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan
harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."

Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab:
" Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."

Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. C menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab:
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana . Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan salinan doa atau kata-kata bijak pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang karena terpikir akan dapat melihat senyuman damai di wajah para peziarah dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"

posted by posodotkom

Kamis, 24 Juni 2010

Think impossible (from a verse) by : Desy Rongre



Saat termenung dipinggir pelabuhan, kagumku tidak pernah habis untuk hal-hal yang kulihat. Semua tercipta sempurna, tak habis pikirku bagaimana semua ini ada. Tersusun indah, berfungsi terus-menerus tanpa henti. Energi yang tak pernah habis. Keindahan yg mempesona. Hmm...
Pesawat terbang, kapal, mobil, motor, listrik, telepon, bahkan instrumen ditanganku ini. Berpuluh tahun lalu benda2 ini tak ada di pulau ini. Hal yg tidak mungkin, pikir beberapa orang saat itu. Sampai ada orang-orang yang berpikir mengadakan hal-hal mustahil ini. Ide mustahil yg muncul, bukan muncul begitu saja. Datangnya dari Sang Master Ide, yg mampu mewujudkannya. Tak perlu bingung tentang cara mewujudkannya. Kembalikan lagi kepada Dia. Jangan takut memikirkan hal-hal mustahil. Dia yang memberikannya pada orang-orang pilihan. Semakin kau dapat dipercayaiNya, semakin banyak hal mustahil yg akan diberikanNya. Dan itu bergantung padamu apakah akan memperjuangkan hal mustahil itu. Mustahil adalah hal yg disukaiNya. Membuatmu terpukau & kagum padaNya, itu yg Dia inginkan. Teruslah berperkara denganNya. Untuk itulah kau diciptakanNya. Bawa semua kemustahilan padaNya, agar kau tahu Pribadi yang kau puja bukanlah sekedarnya.

How about your friendship?



Tidak semua teman dapat dijadikan sahabat. Persahabatan itu harus dibangun. Tidak ada batasan waktu tertentu untuk menyatakan seorang teman telah menjadi seorang sahabat bagimu. Banyak definisi yang dihasilkan tentang sebuah persahabatan. Ada yang berkata sahabat adalah seseorang yang dapat berbagi suka juga berbagi duka, seseorang yang selalu ada setiap saat. Persahabatan adalah anugerah dari sebuah kepercayaan. Ada juga yang berkata, sahabat adalah seseorang yang mengenal semua kebaikan kita bahkan keburukan-keburukan kita.
Ehm, semuanya itu benar. Karena tak ada definisi yang pasti untuk menggambarkan arti dari sebuah persahabatan jika kita tidak mengalaminya sendiri. Aku punya banyak teman. Tidak sulit bagiku untuk mendapatkan seorang teman, sekalipun dalam sebuah komunitas yang baru. Easy going dan supel julukan yang kudapat dari teman-temanku. Namun tidak mudah bagiku untuk menjadikan mereka sahabat. Butuh proses, waktu dan kepercayaan yang lebih untuk menyebut mereka sahabat.
Proses yang dimulai dari sebuah keterbukaan. Kerelaan hati yang dating berjalannya dengan waktu untuk membuka siapa dirimu sebenar-benarnya. Dimana dari keterbukaan tersebut menumbuhkan kepercayaan tersendiri dalam dirimu terhadap sahabatmu. Menceritakan setiapa kebiasaan buruk darimu. Keterbukaan yang menjadikan dirimu terasa begitu transparan dihadapan sahabatmu. Kelebihan, kebaikan, keburukan bahkan kelemahan yang dimiliki.
Tidak lebih dari satu tahun ketika aku memutuskan bahwa dia adalah orang yang tepat untuk menjadi sahabatku. Pada awalnya ada kecocokan dalam setipa pembicaraan, seringnya bertemu dan menghabiskan waktu bersama, timbil rasa nyaman satu sama lainnya. Selain keterbukaan yang kami alami, ada sebuah rasa aman, saling mengisi dan membangun serta energi yang positif dari kedekatan kami. Mengenal siapa dia tanpa terkecuali.
Berbagi suka dan duka, sharing mengenai masa depan, kesukaan kami masing-masing, membhasa topik-topik soal wanita, menghabiskan waktu-waktu bersama dan banyak hal lain. Memaklumi setiap keburukan yang sahabatku sering lakukan, dengan sindiran halus yang tak jua membawa perubahan pada sikapnya.
Hingga suatu hari, aku sadar telah menumpuk sebuah kekesalan padanya sampai akhirnya meledak dalam sebuah kemarahan. Merasa dirinya selalu benar, seperti mendengarkanku tetapi ia sedang berada didunia lain, tidak menyimak dengan baik ceritaku. Memilih untuk diam dengan suasana marah dalam hatiku, berharap ia akan sadar bahwa telah melakukan suatu kesalahan, tanpa harus aku menjelaskan semua padanya.
Untuk beberapa hari kedepan aku telah merubah sikapku menjadi sedikit dingin dengan alasan, tanpa menjelasakan dengan sepatah katapun apa yang sedang terjadi padaku, padanya dan pada persahabatan ini. Namun, kesadaran itu tak juga muncul dalam benaknya. Keadaan ini menyiksa hatiku sendiri. Terkadang aku berfikir, “ dia tidak berpersaan, masa tidak menyadari kesalahannya ? aku tidak mau menyapanya duluan”
Setelah beberapa waktu, karena tidak tahan dengan kondisi ini, akhirnya aku mengajaknya untuk berbicara empat mata. Dengan rasa kesal, marah dan menyesal menjadi satu, aku mengungkapkan semua rasa dihatiku. Beberapa menit kami beradu argumentasi, tetap denagan pendirian masing-masing, sampai akhirnya aku meminta maaf karena mungkin aku terlalu memaksa dia untuk berubah seketika, tanpa memberitahukan letak kesalahannya. Beberapa saat kemudian dia meminta maaf juga karena mungkin ia juga bersalah dalam hal ini. Tidak mau belajar peka dengan sesuatu yang tidak disukai sahabatnya.
Pertengkaran pertama telah meyakinkan kami bahwa kami adalah benar bersahabat. Kejadian ini telah membawa kami semakin dekat dari sebelumnya. Karena kami membuka hati untuk saling mengoreksi, membuka hati untuk sebuah teguran dari sebuah sikap buruk untuk menjadi sikap yang lebih baik lagi. Secara tidak sadar mungkin aku terlalu egois menganggap “sudah cukup” mengenal siapa sahabatku, tapi pada kenyataannya belum cukup tahu siapa yang jadi sahabatku. Perselisihan ini telah membuat kami mengenal lebih jauh dan semakin memahami.
Apakah ini pertengkaran pertama dan terakhir? Kurasa tidak. Ada perselisihan-perselisihan lain yang datang dalam persahabatan kami. Namun, tidak perlu beberapa hari, cukup beberapa menit saja untuk saling menegur sebuah kesalahan, menyatakan ketidaksukaanku terhadap perbuatannya memintanya untuk tidak mengulanginya dengan akhir saling menebar senyum dan memastikan diriku tetap ada bersamanya untuk mendukung dalam setiap perubahan yang kuminta dalam dirinya.
Yang lebih indah adalah perselisihan, perbedaan pendapat yang terjadi antara kami malah memperbesar rasa sayang diantara kami. Saat ini, tidak perlu merangkai kata-kata yang manis untuk menegur jika sahabatku melakukan kesalahan, atau mencoba menutupi kesalahan itu untuk menjaga perasaannya. Kurasa jika aku masih melakukannya, aku belum menjadi sahabat yang baik bagi sahabatku. Karena seorang sahabat yang baik tidak akan menutupi kesalahan sahabatnya tapi akan menegurnya sebagai tanda kasih.
How about your friendship?? Bagaimana dengan persahabatanmu? Apakah semuanya baik-baik saja? Tanpa pertengkaran, perbedaan pendapat ? Semua enak dilihat, manis didengar? Semuanya tidak buruk dan persahabatanpun tidak selalu harus ada perselisihan tapi ehm, amatilah apakah ada yang salah dengan persahabatanmu? Bukankah ada yang bilang “ besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya” saat saling menajamkan tidaklah mudah, perlu kerendahan hati dan mungkin saja ada rasa sakit yang tertoreh dalam hatimu. Tapi sadar atau tidak sadar semuanya sedang membawamu untuk menjadi seorang pribadi yang lebih baik bagi dirimu juga orang lain (Sahabat, Red). Bukankan akan terasa begitu indah jika dalam persahabatanmu ada begitu banyak warna yang tentunya akan memperkaya warna dihidupmu.
Bersyukurlah jika anda memiliki sahabat, jagai dia, sayangi dia dengan kasih yang tidak pura-pura. Bangunlah persahabatanmu dengan cinta

Senin, 14 Juni 2010

'selamat sembuh' by : Alin Shagala


Saya hanya terdiam ketika mendengar setiap keluhan yg terucap dari mulutnya..sempat kualihkan mukaku darinya sekedar untuk menghilangkan fokusku supaya tidak mendengarkan setiap perbincanganya bersama seseorang dibalik hand phonenya tersebut. Namun setiap perkataanya membuatku sesekali merinding dan merasa sedih.
Yah…ini kisahku tadi siang, tak sengaja saya bergegas pergi dan menaiki sebuah angkutan kota, kira-kira pukul setengah tujuh malam saya berada dipojok mobil itu dan seorang wanita yang sedang memakai seragam putih abu duduk tepat berhadapan denganku. Dan tiba-tiba handphonenya menyentakkan sebuah nada dan segera wanita itu mengangkatnya..dari raut wajahnya kulihat nampak penting seseorang yang ada dibalik telepon itu..siapakah? pikirku. Namun apa yang menjadi kepentinganku atas wanita ini?!..saya pun mulai menolehkan mukaku dan melemparkan pandanganku pada jalan raya yang mulai diselimuti kegelapan dengan cahaya-cahaya mobil yang menyorot setiap pikiranku yang tidak karuan dan juga suara deruan yangmuncul dari perutku tidak henti-hentinya menyindirku dan ingin segera makan.
Namun sosok wanita itu selalu mengalihkan pandanganku dan selalu saja membuat telingaku gatal ingin mendengar percakapannya dengan seseorang yang ada dibalik telepon itu. Huh…akhirnya sayapun mulai mendengar dan mencoba mengerti semua percakapannya..meski rasanya ini tidak sopan,tapi tak apalah..lagian dia kan tidak tahu kalau saya sebenarnya sedang mendengarkan percakapannya dengan seteliti mungkin.
Dan mulai saya diam dan pura-pura menunduk untuk mendengarkan seorang wanita pelajar yang baru pulang dan dengan asiknya bercakap-cakap dengan seseorang, dan wanita itu berkata…..
“ya…,kenapa dok..?” (wah ternyata dia bicara dengan seorang dokter..pikirku)
“maaf ya dok tadi saya ga control, habisnya males..bosen tiap hari harus kesana”
“lagian untuk apa juga datang,kalau pada akhirnya saya ga bisa sembuh”
“udah lah dok..jangan paksa saya..”
“saya cuma ingin coba seminggu ini aja untuk ga control dan ga minum obat”
“saya rasa saya masih bisa bertahan..yah palingan kalau nanti kambuh saya telepon dokter aja ya..”
“dok, jangan bilang mamah kalau saya ga control ya..hhe”
“dok, sebenernya saya tahu kalo obat-obat yang dokter kasih kesaya cuma untuk ngurangin rasa sakit kan?”
“saya pengen dosisnya ditambahin boleh ga..soalnya udah ga kerasa efek apa-apa dok"
Sebentar-sebentar saya mulai memahami kondisi wanita ini, dan tiba-tiba saya merasa sedih..sedih yang agak dalam. Saya pun bingung mengapa saya tiba-tiba marasakan ini. Dan saya melanjutkan untuk mendengarkan percakpannya dengan dokter yang ada dibalik telepon terserbut…
“dok, saya cape kalau saya harus begini terus…”
“dok kapan ya saya bisa sembuh”
“dok..saya siap koq kalau saya ga sembuh juga”
Tiba-tiba saja saya benar-benar ingin menangis ketika berbica begitu. Dan seketika itu saya mulai sadar bahwa tempat yang saya tuju sudah dekat. Dengan tangan lemas saya mengambil uang untuk bayar ongkos dan muka saya pun mulai sedikit sedih dengan menahan agar saya tidak menangis dengan tidak jelas.
Setelah saya turun dari mobil tersebut, saya hanya bisa merenung dan kembali mengingat-ingat percakapan yang baru saja saya simak.
Hmmmmm…saya manarik nafas begitu panjang, pikirku..seorang wanita pelajar yang begitu masih mudanya sudah didiagnosa sebuah penyakit yang mungkin tidak bisa sembuh. Entah apapun penyakitnya tapi itu adalah sebuah musuh untuk semua tubuh ciptaan-Nya. Saya jadi merasa sangat bersyukur dengan tubuh saya yang sehat dan sempurn. Tersentak saya mengingat teman-teman saya yang sampai saat ini masih mengidap sebuah penyakit dalam tubuhnya. Betapa sakitnya tubuh mereka bahkan hati mereka yang lebih sakit, karna mungkin sesekali mereka berpikir bahwa Tuhan tidak adil untuk mereka, meski sebenarnya itu adalah sebuah kesalahan dalam berpikir. Saya jadi ingat dan ingin bertemu dengan teman-teman saya yang beberapa diantara mereka mengidap sakit tumor, kangker, liver dan seseorang yang hingga kini tidak mau menyebutkan penyakit dalam tubuhnya..mungkin menurutnya ini terlalu parah atau mungkin dia menganggapnya tidak prelu ada orang yang tahu. Hai teman..saya mengasihi kalian, mungkin terlalu bosan kalian mendengar perkataan ‘cepat sembuh’ tapi rasanya tidak ada kata lain yang bisa terucap untukmu.
Andai saja kalian saat ini ada disampingku..saya hanya ingin memelukmu dan berkata bahwa Tuhan tetap adil untuk kalian dan terakhir kata yang ingin kuucapkan adalah “selamat sembuh”

Minggu, 30 Mei 2010

berkat by : Diana Wardani


Jika kita dapat menghitung berkat dari langit...betapa hebatnya kita...
Berkat, bagai air hujan yang melimpah turun ke bumi dengan sekehendaknya, mana mungkin kita dapat menghitung pilar-pilar dan mahkota-mahkotanya?
Jika berkat yang setiap saat harus kita terima, adakah yang dapat menghentikan lajunya?
Pun dengan kecelakaan yang tak kita harapkan sedikitpun...

Jalan kita sudah tersedia, tak ada yang dapat menolaknya...
Jika saja kita bisa memperbaiki keadaan yang paling sulit sekalipun, dapat ditukar dengan satu detik lari jauh...

Jalan kebaikan dan kesusahan akan senantiasa ada
Menyapa seluruh kehidupan kita...
Akan ada jalannya, jika kita memang harus berjaya, setelah lelah berjerih payah
Lelah letih kita yang akan tampak berkatnya
Namun jangan lupa, jalan kehancuranpun selalu mengintai, jika kita lengah barang sedetikpun...
http://www.meworldwords.blogspot.com/

Senin, 24 Mei 2010

kopi by : Alin Shagala



Sengaja kubuatkan dua cangkir kopi diatas meja yang sedari tadi kutatap..
Aku menunggu disini untuk menikmati kopi bersama..
Namun kehadiranmu tak kunjung tiba..
Apakah kamu lupa untuk ada disini, atau kamu memang melupakannya?
Atau apakah kamu sudah tidak menyukai kopi? Tidak mungkin..
Kita telah sama-sama mengenal, dan kita sama-sama mengenal kenikmatan dalam kopi
Namun, kopi itu telah menjadi dingin..karena kehadiranmu terlalu lama
Apakah aku harus tetap menunggumu dengan kopi yang dingin ini..
Dengan lapang, kubuang dua cangkir kopi ini..
Dan kuulangi untuk membuat dengan satu cangkir kopi saja..
Maaf jika aku tidak menunggumu lagi, karena mungkin hari ini kamu tidak akan hadir..
Kunikmati kopi ini seorang diri dalam ruangan yang begitu sejuk meski tidak sesejuk keadaanmu..
Semoga besok kita masih bisa menikmati kopi bersama..
(untuk teman ngopi, yang hari ini tidak masuk kerja karena sakit,bukan karena minum kopi : )

Kamis, 20 Mei 2010

TEDDY BEARKU : Cintanya Hingga Akhir Hayatnya by : Diana Wardani

Banyak orang menganggap bahwa dunia maya adalah sebuah ruang yang mengerikan.
Entah apa yang ada di benak mereka sehingga akhirnya punya anggapan seperti itu tentang dunia maya. Akupun tidak berusaha untuk mencari tahu lebih lanjut tentang anggapan tersebut.
Orang boleh-boleh saja berpendapat demikian, tetapi tidak bagiku. Dunia maya telah memberi warna dan kesan tersendiri dalam hidupku, dalam keseharianku.
Bagiku, dia cukup friendly.... Terbukti, aku bisa menjalin sebuah hubungan kasih dengan seorang pria asal Boston Amerika.
Aku sering memanggil dia dengan sebutan Teddy-Bear, yang kelak akan menjadi sebuah nama panggilan kesayangan buatnya. Dia sering berkata padaku untuk menjadi seorang wanita, bukan menjadi seorang gadis. Itu dia tekankan, karena perbedaan usia yang sangat jauh. Aku 22 dan dia 49. Meski demikian, itu bukan menjadi sebuah penghalang yang berarti buatku... Dia bisa menjadi sahabat, kekasih, dan seorang ayah buatku.
Seiring berjalannya waktu, pengorbanan demi pengorbanan telah banyak kulakukan demi menjalin hubungan ini. Selayaknya seorang kekasih, aku selalu berusaha untuk memberi yang terbaik buat dia, sesuai kemampuanku, karena aku telah cukup tau bahwa niat dia baik, dan aku yakin dengan kata hatiku.
Kangen..... menjadi sebuah rasa yang sangat menyiksa dan menyakitkan. Terkadang, jika terjadi misunderstanding, aku juga tidak dapat melampiaskan betapa aku sangat marah padanya. Dengan keterbatasan yang ada, aku harus bisa mengatur perasaanku, dan smart dalam menjaga hati, pikiran, dan diriku.
Memang tidak mudah, tapi ini menjadi resiko buatku.....karena aku juga ingin menjadi seorang wanita seperti yang dia inginkan.
Dia sempat berencana datang ke Indonesia untuk menemuiku, dan untuk lebih intens lagi, dia juga berencana untuk menyewa apartemen di Indonesia selama 7 bulan, sehingga kami bisa saling mengenal dengan lebih baik lagi.... Aku senang sekali mendengarnya... keyakinanku dengannya pun, semakin besar...
Tapi apa yang direncanakannya gagal, karena dia sakit....dan aku juga tidak mau merepotkan dia....
Kujalani kembali hari dengan seperti biasa...sampai 3 kali dia berjanji untuk datang menemuiku, tak pernah satu kali pun yang terwujud.... Betapa aku telah capek dan lelah dengan apa yang kujalani ini. Keyakinan yang telah tumbuh, makin lama makin pudar...tapi aku harus kuat...aku harus menjadi seorang wanita, seperti yang dia inginkan....
Waktu terus berjalan... sampai saat usia pacaran jarak jauhku menginjak 9 bulan, datang berita lewat FB, bahwa dia meninggal dunia.... Adiknya mengabariku, bahwa dia meninggal dengan keadaan sedang memeluk fotoku.....
Perasaanku hancur....aku marah, sedih, kecewa, dan tak tahu harus berbuat apa... Air mataku demikian meleleh, semakin lama semakin deras, dan tak mau berhenti....
Mengapa semua terjadi begitu cepat....Mengapa semua terjadi.....? Aku merasa berdosa padanya...karena selama ini sempat terlintas bahwa dia telah membohongiku karena dia selalu membatalkan rencananya... Ternyata, dia memang membohongiku dengan tidak memberi tahu aku, bahwa dia punya penyakit jantung....
Ya Tuhan....... Dia meninggal sehari setelah dia chating denganku.... Waktu itu, dia bilang capek.... dan diapun tidur..... ternyata dia tidur dan tak akan pernah bangun kembali....
Dia meninggal hari sabtu, 29 Agustus 2009.... Dan sebentar lagi, dia akan memenuhi janjinya, datang kepadaku, meski hanya sebagian dari abunya saja....
Kesedihan yang tak bisa diungkap dengan kata-kata...... Aku hanya berusaha untuk pasrah dan berdoa untuk keselamatannya. Aku akan berusaha kuat, karena hidup harus tetap berjalan..... Meski masih banyak rencana yang masih belum terwujud, tapi aku yakin, bahwa rencana Tuhan lebih indah daripada rencanaku dan rencananya.
Di sini, aku hanya mau bilang, bahwa sebuah rasa, walau dari manapun asalnya, caranya, dan lewat media apapun juga, adalah sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Hargai itu, sebagai sebuah anugerah yang tak ternilai........
My Teddy-Bear, loved me till the end of his time....... and he was really prove it to me....

T a m a t
Satu pelajaran yang telah diberikan kepada kita, melalui setiap peristiwa yang menghampiri hidup kita, bahwa memiliki positive thinking itu sangatlah penting.
Berpikir secara positif memang terkadang susah untuk dilakukan. Kita harus menghalau keinginan diri sendiri dan meredamnya menjadi sesuatu yang membuat orang lain tenang.