Monday, April 4, 2011

Berharap Tidur Sekarang by : Faradini Shabrina


matasayu
bukanberartimenggoda
hanyalelah

jantungkuberdetaktaktentu
bukankarenajatuhcinta
hanyalelah

lumba - lumbaberenang
bukanhanyamencarisenang
bumibergoyang
pikiranmelayang

inginmerebahkanjasadini
tapiharustetapawas
menantibunyibel
tandapanggilanuntukpergi

kembalikeperadaban yang beradab
memilikisegudangaturan
yang membuatserasakiamat
takadakompromi

detikterlewati
semakinberat
inginmematikanlampu
danberkata
"SelamatTidur"

Saturday, April 2, 2011

Selentingan Pikiran by : Faradini Shabrina


menantangtuhan
mencarikematian
tertawadenganiblis
bersetubuhdengandosa

kehilanganarahsekarang
memimpikankeindahanesok
berlarimenangis
tertidurkarenakelelahan

selalutertekan
selaluberpurapura
sokkuat
sombong

terpojok
disudut
akhirnyamenyesal...

Thursday, March 31, 2011

SOUNDTRACK - Play-Mates



Kali ini Soundtrack diisi oleh sebuah band yang menawarkan musik yang berbeda, tentunya lebih semangat.:D

Berikut profil mereka :

Play-Mates is a Rock band formed in Jakarta, Indonesia in late 2010.

Starting from the boredom of Raga Dipa (bass) and Lalitya Laras (keyboard) with the music presented on the TV, they both try to form a rock band. Then Lalitya Laras invite her college friends, Fara Zachman as a vocalist and Yudhisirta as drummer. And to complete the formation, Raga invites his childhood friend Balum to fill the guitar position.

Play-Mates's musical product presents the wild & sexy rock music with a touch of funk and blues.


cek mereka di :
Facebook

cek juga lirik lagu mereka berjudul Kuda Besi.
nice song!

berikut link download lagu mereka : http://bit.ly/kudabesi

Sebuah Arti by : Kristin Aritonang


Tak terduga tapi terjadi
Pertemuan biasa dengan seorang pribadi
Menjadi warna baru dalam hari-hari
Canda tawa t’lah kami alami
Kekesalanpun tak luput menghiasi
Semua tertumpah
Semua tercurah
Seiring berjalannya waktu
Kedekatan yang kunilai masih biasa
Rasa egopun masih tampak
Walau terkadang terasa samar
Kepentingan, keinginan pribadi mendominasi
Semuanya karena terasa biasa dengannya
Namun, waktu tlah memberiku jawaban
Keputusannya untuk pergi meraih cita
Awalnya…..
Kurasakan suka
Raih citamu setinggi langit kawan !!!
Bahkan dihari terakhirnya bersamaku
Canda tawa masih menghiasi bibir ini
Seolah tak akan ada yang berubah
Tak bagiku, tak juga baginya
Lambaian tangan, pelukan kasih
Kuberikan dengan bersuka
Tapi………..
Hari berganti, t’lah lenyapkan senyuman
Bibir ini terasa kelu
Hanya seruan hati yang berkata, menangislah !!
Tak sadar, aku memang t’lah menangis
Entah apa artinya ini ?
Entah mengapa aku merasa sendu kini
Apakah karena dia ?
Apakah karena kepergiannya ?
Bukankah selama ini hubunganku hanyalah hubungan biasa ?
Ternyata….
Aku salah menilai
Semua tidaklah biasa
Dia telah memiliki satu tempat dihati ini
Sesalku, mengapa baru kusadari ?
Bahwa dia bukanlah teman biasa ?
Rasa sesalku karena bukan yang terbaik yang kuberikan
Rasa sesalku karena bukan yang terindah yang kusampaikan
Rasa sesalku karena bukan yang terutama kau dahulu
Namun semua telah terjadi
Tinggal penyesalan kini
Tapi terima kasihku akan semua ini
Yang t’lah memberi apa artinya memiliki
Yang ‘tlah memberi apa  artinya menjagai
Trima kasih, karena kusadari kau sahabatku