Sunday, February 26, 2017
Online Shopping dengan budget paling minimal?? Hayuuuu ahhh..
Wanita itu suka belanja titik. Ntah koleksi baju, atau koleksi sepatu, atau tas atau make up? Bener atau bener..?? Apalagi Online shopping sekarang mudah banget. Dari mulai perintilan seperti peniti sampe barang rumah tangga yang besar saja bisa beli online. Sebenernya murah mana sih antara beli offline atau online?
* Beli Online itu tinggal pesan. Tunggu barang diantar. Gak perlu repot cape keluar, gak perlu macet-macetan atau rempong bawa anak-anak yang cape minta pulang 😃 Hemat waktu jelas, Hemat Ongkos dan hemat tenaga.
* Cuma gak enaknya kita gak bisa lihat-lihat atau cuci mata. Gak bisa sambil jalan-jalan buat refreshing.
* Tapi jelas pengeluaran bakalan lebih terarah kalau offline malah kebanyakan yang dibeli jadinya. Melenceng dari tujuan. Rencana Mau beli A tapi yang dibeli B,C,D sampe Z. Dan barang A malah ga dapet. 😂
* Harga di online shop malah terkadang lebih murah dibanding offline. Karena online shop itu persaingan harga tinggi banget. Dan semua bersaing memberi harga termurah meski cuma beda 500 rupiah.
Buat yang hobi belanja online (saya..saya..saya..), ini tips buat belanja dengan budget minimal dan dapetin harga paling murah :
1. Promo Diskon
Setiap market place biasanya pasti ada promo diskon bulanan atau bahkan harian. Kamu bisa follow sosial medianya atau sekali-sekali cek lapaknya. Seperti Indomaret atau Alfamart setiap info promo bisa dilihat di Line. Atau Seperti Lazada, MatahariMall atau JD.id yang update promonya di FP nya. Jangan males membandingkan harga di setiap market place. Karena kadang harganya bisa jauh beda juga loh.
Contoh : Promo Buy 1 Get 1 di Shopee untuk produk P&G, Promo tebus murah di Indomaret.
2. Jasa Titip (Jastip)
Sekarang sudah banyak loh yang menawarkan jasa titip. Mereka ini memang suka keliling mall atau jalan-jalan keluar negeri dan counter untuk berburu diskon. Sebagian besar sudah punya koneksi dengan pegawai tokonya. Jadi begitu ada barang yang didiskon para pembuka jastip ini bakal langsung berburu. Dan kita bisa "nitip" beli. Upah jasa titipnya rata-rata berkisar mulai dari 5000 rupiah tergantung barang. Misal Jasa titip Ikea, Sepatu branded (Rebook, Adidas, Sketcher,dll). Lumayan kan kalau bisa dapet diskon sampai 70%. Biasa Jastip gini banyak di IG dan FB. Untuk jastip keluar negeri bisa dapat harga lebih murah karena tidak masuk pakai pajak.
Contoh : Saya kalau beli sepatu nunggu info diskonan 70%. Dapet Rebook diskon 70% dengan Jastip 50rb, masih jauh banget lebih murah dibanding beli di counter dengan harga normal.
3. Barang Preloved
Barang preloved bukannya barang bekas pakai? eits.. meski bekas pakai kadang kondisinya masih bagus banget. Kalau lagi beruntung kadang ada yang baru sekali pakai, tapi karena kurang cocok langsung dijual. Atau misal salah beli ukuran baju, salah beli warna bedak, dll. Atau misal barang ex-kado, karena punya barang yg sama akhirnya salah satu dijual dan harga jual dibawah harga beli normal. Bisa dicari di IG atau OLX dan Tokopedia atau Bukalapak. Untuk barang-barang yang sifatnya tidak personal (misanya Pakaian dalam. Ya masa beli pakaian dalam second hehe) bisa mengirit banyak kalau beli barang preloved.
Contoh : Saya pernah beli Bouncer baby dapet 1/2 harga aslinya dengan kondisi baru dibuka dari kotak dan belum dipakai hanya karena yg jual salah beli warna bouncer. Anaknya laki-laki Bouncernya pink. Jadi dia jual 1/2 harga saja. Yang untung ya saya pas lihat iklannya. Haha
4. Grosir
Untuk barang-barang yang akan dibeli dengan jumlah banyak bisa beli di grosiran. Misal beli pakaian dalam kan biasanya perlu banyak. Lebih murah jauh beli selusin dapet harga grosir. Kebanyakan kalau selusin? Bisa ajak teman untuk join. Nyari harga grosir dimana? Di tokopedia sekarang banyak harga grosir tetap ada batas jumlah minimum pembelian.
5. Manfaatkan promo free ongkir
untuk beberapa market place sekarang sudah banyak promo free ongkir atau diskon ongkir. Bisa dimanfaatkan bagi yang bertempat diluar pulau jawa. Atau untuk yang perlu barang secara cepat bisa menggunakan tokopedia dan Bukalapak, tersedia pengiriman menggunakan GoSend dengan tarif flat 15km dengan jarak maksimum 25km.
Contoh : Biasa untuk keperluan mendesak misal nyari barang (misal diaper) yang tidak dijual di sembarang toko, saya beli di tokopedia menggunakan gosend. Tarif hanya 15rb. Itungan Jam barangnya sudah sampai. Tanpa perlu keluar rumah macet2 menghabiskan waktu.
6. Lelang
Sekarang sudah banyak online shop yang menggunakan sistem lelang. Produk yang dilelang biasanya adalah produk yang sudah tidak up to date, atau sisa dagangan, atau juga memang sengaja dilelang. Untuk produk-produk seperti Tupperware atau oriflame misalnya banyak sekali dilelang di sosmed. Biasanya di FB atau grup jualan. Kalau beruntung bisa dapat harga lelang jauh dibawah harga normal. Tapi kalau lelang dilihat-lihat juga jangan sampai kalap "bid". Karena bukannya dapet harga murah malah jatuhnya sama aja dengan harga normal. Dicek dulu harga aslinya berapa agar kita bisa tau batas "bid" agar dapatnya dibawah itu.
So, dengan mencoba tips-tips diatas kamu bakalan bisa menghemat banyak loh.. selamat berburu ya!
Labels:
Lifestyle
Monday, February 20, 2017
HIIT for The First Time by Kristin Aritonang
Istilah ini baru-baru aja saya ketahui. HIIT atau kepanjangan dari High Intensity Interval Training adalah jenis
latihan kardiovaskular yang menggabungkan jenis latihan intensitas
tinggi dengan jenis latihan intensitas sedang atau rendah dalam selang
waktu tertentu. Biasanya dilakukan kurang lebih 20 menit ( Source google ). Berawal dari kegiatan lari saya yang sudah mulai berkurang dikarenakan arenanya sedang dalam renovasi (GBK, red). Iseng-iseng cari workout tutorial
yang bisa dilakukan di rumah. Pernah ada yang menyarankan untuk kembali
ke gym, tapi saya masih keukeuh belum mau join lagi, takut
angot-angotan.
Officially
HIIT ini saya lakukan. Baru 1 minggu ya baru 1 minggu (5 hari dalam
seminggu) alias masih baru banget. Sebelum menemukan jenis training
ini, saya sengaja mencari-cari tutorial di IG atau youtube dari beberapa
orang yang saya follow, dimana mereka melakukan olah raga yang bisa di lakukan anywhere, everywhere and everytime. Mudah sekali mencarinya bisa dengan hashtag workout atau
sejenisnya, video/gambar-pun saya temukan berikut dengan penjelasannya.
Apakah saya mencobanya ? Ya saya mencoba beberapa gerakan yang lumayan
mudah saya lakukan.
Karena masih merasa kurang paham dengan gerakan-gerakan tadi, akhirnya
saya mencari tutorial lain, dan ketemulah HIIT. Videonya banyak banget bahkan dilengkapi dengan fokus dari latihan tersebut akan larinya kemana. Misalnya untuk 5 Minute Butt and Thigh Workout for a Bigger Butt, 10 Min Abs Workout , jadi
bisa banget disesuaikan mau latihan seperti apa dengan hasil seperti
apa. Nah 1 minggu ini saya melakukan 2 training diatas. Karena pengen
banget fokus kearah perut dan bokong.
Squat (Source Google)
Hari pertama latihan dengan HIIT, rasanya itu WOWWW banget deh berasa cuapee huhuhu. Ya namanya juga High Intensity, so berasa tinggi juga tingkat capeknya.
Padahal waktu latihan dari 1 video itu hanya 5 menit dan 10 menit.
Kalau ditotal waktunya dari pemanasan, beberapa gerakan angkat beban
hingga pendinginan adalah 30 menit. Saya adalah tipikal orang yang agak
susah berkeringat, tapi setelah melakukan training ini bahkan dari hari
pertamapun, keringat bercucuran banget. Berasa lelahnya dan tidak heran
pegal-pegalnya mantap HAHAHA. Tapi masih berasa seruuu sampai dihari
yang ke-5.
Cukup bangun tidur lebih awal minimal 1 jam dari biasanya dan mulai
melakukan latihan ini. 5x dalam seminggu dan ditutup dengan lari pagi
saat car free day di hari minggu sekitar 3-5km, I think is enough for now.
Kalau ditanya udah ada hasilnya ? Tentu saja belum. Nanti akan saya bagikan beberapa progress yang saya alami setelah 1 bulan ya. But for sure, sekarang ini saya bisa bilang bahwa saya merasa jauh lebih segar, relax, jauh lebih nyenyak saat tidur.
Hmm, no shortcut for your healthy life (always try). Kalau bukan dimulai dari sekarang, kapan lagi. Yeay, I’m just having fun with my new activities .
Saturday, February 11, 2017
Ayaka by : Teresia Rani
Namanya
Ayaka, dinamakan begitu karena kata ibunya dia lahir saat musim panas di Jepang
dan arti namanya berarti ceria. Rasanya nama itu cocok sekali untuk Ayaka.
Sepanjang ingatanku, sejak 4 tahun lalu saat pertama kali bertemu dengannya
sampai saat ini tak pernah aku melihatnya menangis. Senyuman lebar selalu ada
di bibirnya. Sesekali wajah itu terlihat merengut kesal atau terdiam merenung
tapi tidak pernah terlihat air mata mengalir di pipinya.
"Ibumu
tu cocok kasih lo nama begitu, ya.. lo kayak happy terus. Gak ada beban hidup
kayaknya"
"Ada
kali mbak, cuma ga keliatan aja. hahaha" tawanya renyah sekali
Dia
selalu memanggilku mbak, meski usia kami sebenarnya hanya terpaut 3 tahun.
Pernah aku memintanya untuk memanggilku dengan nama saja dan dia tidak mau.
"Gak sopan ah" ujarnya.
Dan
kali ini wajah yang selalu tersenyum itu tampak basah oleh air mata di hadapanku.
Tanpa sadar aku mulai mengerjapkan mata sekedar memastikan itu adalah air mata
dan bukan tetesan air hujan dari atap cafe yang sedang kami tempati ini. Aku
mencondongkan badanku penasaran ingin bertanya tapi ahh.. baru kali wajahnya
tampak begitu sedih, membuatku kelu tak tega rasanya ingin bergurau mengenai
air mata itu.
"lo
kenapa,ya?" hanya itu yang bisa aku ucapkan. Aku bahkan kehilangan
kata-kata melihat wajahnya saat itu.
"aku
positif HIV mbak"
ingin
rasanya aku bertanya "HIV? kok bisa? gimana ceritanya?" dan sejuta
pertanyaan lain, tapi yang keluar dari bibirku hanya sebuah gumaman. Ayaka pun
tidak melanjutkan ceritanya. hanya itu. Sebuah kalimat pernyataan yang
mengundang banyak tanya.
Disitu,
bersamaan dengan hujan turun, aku melihat air mata Ayaka mengalir dan bahunya
mulai bergetar menahan tangis dan aku hanya bisa memeluknya. Kami terdiam,
berpelukan dan menangis bersama.
Pikiranku
mulai menelaah perkataannya. HIV? Bagaimana bisa? Ayaka yang kukenal adalah
wanita baik-baik. Sesekali berkencan dengan teman pria tapi hanya sekedar makan
malam atau pergi ke cafe. Aku tahu betul karena Ayaka selalu bercerita mengenai
semua pria-pria yang sedang dekat dengannya. Ah, Ayaka... 4 tahun aku
mengenalmu tapi kini bahkan mungkin ternyata sebenarnya aku tidak mengenalmu
sama sekali.
Ntah
berapa lama aku terdiam dan Ayaka perlahan mulai berhenti menangis, hanya
sesekali air matanya turun. Beberapa pengunjung cafe mulai melirik ke arah
kami, merasa iba atau hanya sekedar penasaran dengan situasi yang terjadi.
"Aku
dulu punya pacar mbak, 5 tahun lalu. Kami pacaran sudah lama 2 tahun."
Ayaka mulai bercerita. Aku menyeruput kopi hitam berusaha mendengarkan dengan
seksama meski pikiranku mulai bercabang-cabang berusaha menerka jalan
ceritanya.
"Saat
perayaan hari jadi kami yang kedua, waktu itu..mmm.." Ayaka tampak mulai
canggung, antara enggan melanjutkan tetapi ingin bercerita.
"Gimana
ya mbak nyeritainnya, pokoknya ada kesempatan dan tiba-tiba ya begitulah.. tau
kan mbak" ia menatapku dengan ekspresi berusaha menjelaskan maksudnya
dengan matanya. Tangan kanannya meremas-remas gelas dihadapannya. Gugup.
"Maksudnya
berhubungan?" tanyaku perlahan.
"Ya
itu" Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kegugupannya menular, aku
pun mulai merasa tidak nyaman dengan arah pembicaraan ini. Aku mungkin sudah
menikah, tapi rasanya tidak pernah bercerita tentang hal seintim ini meski
dengan sahabatku sendiri.
"Gak
lama setelah kejadian itu, dia kena sakit cacar air. 6 minggu kemudian dia
meninggal" Ia melanjutkan. Lalu terdiam kembali.
Hening
Kenapa
aku tidak bisa berkata-kata. Bahkan kalimat turut berduka saja tidak berhasil
keluar dari mulutku.
"Aku
gak percaya mbak masa cuma cacar air meninggal, teknologi kita kan sudah
canggih. Aku tanya sama mamanya, akhirnya mamanya cerita kalau anaknya positif
HIV. Itupun beliau kasih tau setelah aku desak mbak. Katanya beliau pun taunya
waktu di RS pas pacarku masih dirawat. Infeksi. Daya tahan tubuhnya melemah
langsung drop. "
Ayaka
memanggil pelayan cafe, meminta minuman kedua.
"Waktu
itu aku pikir saat ditinggal adalah waktu terburukku. Ternyata gak. Berita hari
ini lebih buruk mbak. Aku baru tau hari ini kalau aku tertular. Hanya sekali
melakukan dan aku tertular!! Antara kesal, sedih, campur aduk. Aku harus gimana
mbak? 5 Tahun aku berusaha melupakan semuanya dan dalam itungan detik semua
kembali. Bang!!" Tangannya mengepal. Antara kesal dan sedih. Aku tidak
tahu pasti ekspresinya saat itu.
"Itu
yang bikin aku selama 5 tahun ini ragu punya pacar,mbak. Rasanya sulit
menemukan lelaki yang tulus menerima masa laluku. Mungkin aku yang sulit
percaya juga. Tambah lagi tentang ini. Gimana coba?" air matanya mengalir
kembali. Aku mencari tisu di dalam tas. Mataku sudah tidak bisa fokus mencari
barang-barang didalam tasku.
"Aku
ga tau harus ngomong apa,ya... " akhirnya aku berkata-kata dan yang keluar
hanya sebuah kalimat bodoh tidak berarti. Ayo kasih semangat. Otakku berusaha
mencari kalimat yang pas tetapi tampaknya otakku sedang tidak bisa berpikir.
Aku benci situasi ini.
"Gak
apa-apa mbak, aku cuma pengen cerita aja. Hah.. udah lega. Aku udah selesai
nangis. Udah" Ayaka menarik nafas panjang beberapa kali dengan mata
tertutup. Saat ia membuka mata, bibirnya tersenyum manis. Sama seperti Ayaka
yang biasa kukenal.
"udah?
Lah.. trus gimana? lo ga lanjut ceritanya ni? that's it?? udahan??" Serasa
tak percaya aku bertanya keheranan, bagaimana bisa ada orang yang beberapa saat
lalu sedih luar biasa lalu sekarang wajahnya biasa saja seperti tidak ada
masalah.
"Udah
mbak.. jangan gitu ah, ntar ak inget lagi loh. Mumpung udah hilang ni sedihnya.
Masih sedih sih, tapi better lah. Cerita lengkapnya kapan-kapan aja. Kalau aku
mood cerita lagi. Sekarang udahan ya. Aku mau cerita yang lain aja. Jadi gimana
proyek kerjaan mbak kemaren" Ia mencomot cake coklat yang dari tadi belum
tersentuh.
"Mbak!
jangan liatin aku gitu ah" tangannya mengibas-ngibas di depan wajahku yang
masih melongo keheranan.
"Ya...
lo tu ya.. ampun deh! Gue gak tau lagi dah. Bisa ya lo nangis trus tiba-tiba
haha hehe begini. Trus lo kalau udahan itu gimana? maksudnya gimana? Lo ga
mikir trus gimana? Atau apaaa gitu?" tanyaku gemas.
"Ntar
aja mikirnya, lagi males. Ngabisin kue dulu ya" ujarnya sembari asik
mengunyah.
Setelah
itu waktu kami hanya berbincang ringan, tanpa mengungkit apapun tentang hal
yang baru saja ia ceritakan. Saat berpamitan pun wajahnya tersenyum, mencium
pipiku dan melambaikan tangannya. Aku menatap punggungnya yang berlalu pergi.
Pikiranku masih ingin meneruskan pembicaraan kami. Sudahlah mungkin lain kali
saja.
"Gue
ga tahu kenapa lo diberi cobaan seperti ini,Ya.. be tough,Ya..lo pasti
kuat" bisikku dalam hati.
Hari-hari
berikutnya kami hanya saling menyapa di sosmed, kesibukanku pada proyek yang
sedang aku jalankan membuatku tidak punya waktu luang untuk bertemu Ayaka.
Postingannya di sosmed masih seperti biasa, ringan, cerdas, ceria. Tidak akan
ada yang menyangka apa yang sebenarnya sedang dia hadapi. Belakangan aku
melihat foto-fotonya di sosmed sedang aktif kampanye anti HIV dan edukasi di dinas
sosial tentang HIV/AIDS. Harus seperti inikah jalan hidupmu,Ya? Menjadi contoh
untuk kemudian menjadi inspirasi agar tidak banyak orang yang jatuh kedalam
lubang yang sama? Tapi kenapa harus kamu? Kenapa tidak orang lain? Apa karena
Tuhan tau bahwa cuma kamu yang kuat untuk mengatasi hal ini? Dan cuma kamu yang
bisa tetap tersenyum disaat orang lain yang bernasib sama langsung merasa tidak
mempunyai harapan hidup lagi? Agar kamu bisa menjadi penyemangat bagi orang
lain itu?
Dia
Ayaka, Wanita ceria yang lahir di Musim Panas Jepang. Tetaplah tersenyum
sahabatku. Meski hidup terkadang kejam, akan selalu ada senyummu yang akan
membuatnya indah.
Labels:
cerpen
Thursday, January 26, 2017
Review Buku Critical Eleven by : Kristin Aritonang
Buku pertama dari Ika Natassa (@ikanatassa) selesai saya lahap hanya dalam 3 hari. Buku ini saya baca diakhir bulan desember kemarin. Sebenarnya saya bukan orang yang suka-suka banget dengan cerita romantis, tapi karena udah banyak banget spoiler kalau bakalan ada upcoming movie dari salah satu aktor jagoan saya yaitu Reza Rahadian & Adinia Wirasti dimana ceritanya di angkat dari buku ini. So, dengan cepat saya beli dan baca buku ini. Dan sekedar informasi buat teman-teman yang belum baca buku karangan Ika Natassa, her books is addicted!! HAHAHA.
Buku CE (Critical Eleven, Red) adalah sebuah cerita fiksi yang ditulis oleh Ika Natassa, dimana baru-baru ini penulis menyampaikan alasan dibalik penulisan karyanya yang satu ini. Untuk alasan lengkapnnya bisa dilihat di IG Ika Natassa. Buku ini bercerita tentang pertemuan 2 insan yang belum mengenal satu sama lain di pesawat terbang dalam perjalanan ke Sydney. Sebuah pertemuan yang membawa mereka kedalam kehidupan rumah tangga. Kehidupan romantis, ‘seolah’ sempurna namun berbumbu konflik kehidupan yang dimulai di saat anak pertama mereka dilahirkan dalam keadaan meninggal. Keadaan yang membuat Aldebaran Risjad dan Tanya Baskoro akhirnya hidup dalam pengandaian-pengandaian dalam kemarahan, kesedihan, hampir putus asa.
So, here I am with the review.
1. Cover & Judul buku
Cover dari buku ini pesawat terbang dengan judul Critical Eleven. Awalnya sih saya engga paham kenapa diberi judul dan cover seperti itu. Walaupun saya suka traveling dan pergi naik pesawat terbang ternyata ada istilah Critical Eleven dan saya baru tahu (cupuuu yaaa). CE sendiri adalah 11 menit paling penting dalam penerbangan yaitu 3 menit setelah take off dan 8 menit sebelum landing. Nah, alasan ini jadi 11 menit terpenting dalam penentuan hubungan antara Aldebaran Risjad (Ale) dan Tanya Baskoro (Anya) yang secara tidak sengaja bertemu, duduk bersebelahan, kenalan dan mengobrol dalam sebuah perjalanan mereka menuju Sydney dengan tujuan berbeda. Saya pikir buku dan judulnya related banget.
2. Dua pribadi dua sudut pandang
Pembahasan di bab 1, mengisahkan bagaimana mereka berkenalan. Dalam satu pesawat dan interaksi dari dua tokoh utama, Ale dan Anya. Mulai dari bab 2 dst, dua pribadi dengan 2 sudut pandang membahas cara mereka memandang, dari sisi Ale dan sisi Anya. Yang secara tidak langsung membawa pembaca memahami siapa, kapan, mengapa,a pa bagaimana seorang Ale dimata Anya demikian juga sebaliknya. Dijabarkan cukup detail, ketika tokoh yang sedang bercerita dan diceritakan menggambarkan who they are, berhasil banget bagi pembaca (saya maksudnya) membayangkan how sweet He is (kemudian berlanjut baper), betapa spesialnya Anya buat seorang Aldebaran Risjad. Apalagi waktu membaca buku ini sambil membayangkan Reza sebagai Ale dan Adinia sebagai Anya, duhhh pasti keren banget HAHAHA. Buat saya sih ini penting, karena dua tokoh utama dalam cerita ini adalah lawan jenis yah, laki-laki dan perempuan dimana cara pandangnya pasti berbeda. Ya bisa dibilang belajar memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, seorang laki-laki dan perempuan. Ada hal-hal yang biasa aja buat laki-laki tapi jadi sesuatu yang sensitif buat seorang perempuan. Dan di buku ini, jelas banget diceritain gimana kedua tokoh tadi memandang satu sama lain.
3. Alur cerita
Masuk di bab 2 saya sempat bingung. Sempat ada beberapa pertanyaan melintas :
“ Lah Ale dan Anya emang udah menikah ?”
“ Terus kalau udah menikah, kenapa Anya ngediemin Ale waktu dia pulang kerumah ?”
“ Emang ada peristiwa apa sih ?”
Itu beberapa pertanyaan yang membuat saya engga pengen berhenti hanya di bab 2. Maunya segera sampai ke bab dimana pertanyaan-pertanyaan tadi bisa terjawab. And you know what ?!? Lumayan lama dapet jawabannya loh, kesel !!! HAHAHA. Alur cerita yang dibuat maju dan terkadang juga mundur dibeberapa cerita, bahkan ada bagian dimana mereka ‘seolah-olah’ ada bersama-sama padahal hanya salah satu dari mereka, Ale/Anya saja yang sedang mengulang memikirkan masa-masa kehidupan kebersamaan mereka.
Ada plot yang diceritakan di NYC, dimana Anya sedang ditugaskan oleh kantornya selama beberapa bulan dan membuat mereka menjadi cukup dekat . Bagian ini cukup menarik karena lumayan banyak membahas tempat-tempat dan kehidupan di sana. Alur yang maju mundur yang diangkat oleh Ika Natassa cukup berhasil membuat konflik yang terjadi terasa begitu hidup juga berat terutama dari sisi Anya. From beginning to the end cerita di buku ini dikemas secara apik, diakhiri dengan kabar bahagia yang pastinya disambut dengan senyuman si pembaca, terus kepengen ada CE part 2 (ngarep).
4. Adegan Favorit
Kalau ditanya ada atau engga adegan paling favorit di buku ini ? Jawabannya ADA BANYAAKKKK. Salah satu adegan favorit sih waktu dimana Ale pulang kerja dari Rig, dan kembali ke Jakarta untuk beberapa bulan, kehadirannya disambut oleh Anya sang istri tercinta. Tanpa kata, Ale dengan segera memeluk Anya yang berada dihadapannya. Dan Anya Cuma bilang “ Le, kenceng banget meluknya. Aku engga bisa napas” Eh, si Ale makin kenceng aja tuh meluknya HAHAHA. Itu sih romantis bangetttt.
Kenapa yaaa ? Konon katanya sebuah pelukan itu punya arti dan manfaat lho. Sebuah pelukan bisa nambahin umur (lupa nambah berapa umurnya, detikkah/menitkah/jamkah) dan yang pastinya memberikan kebahagiaan.
“If you feel so sad, just hug her/him”
“if you feel so sick, just hug her/him”
“if you feel something, just hug”
Mau tau obrolan, adegan manis lainnya silahkan segara baca buku ini dan temukan!
5. Kenapa harus baca buku CE
Kenapa ?
Pertama : cetakannya aja udah sampe cetakan yang ke-15 dibulan oktober 2016, yang artinya buku ini populer banget. Biar kamu-kamu ikutan hits, buku ini cocok banget untuk dibaca.
Kedua : Mungkin tidak semua orang suka cerita romantis, sama seperti saya. Tapi buku ini, bercerita kisah romantis yang berkesan engga norak, berhasil buat kamu jadi baper dan ditutup secara tuntas.
Ketiga : Buku ini akan diangkat ke layar lebar, di perankan oleh dua aktor yang aktingnya udah engga diragukan lagi. Sebelum buku ini jadi sebuah film, engga salah untuk dibaca duluan lho. Can’t wait to see the Critical Eleven movie.
Upcoming Movie Critical Eleven (Source Google)
Engga nyesel baca buku CE malahan nagih baca buku lain hasil karya dari penulis yang satu ini dan nambah semangat untuk mulai nulis lagi.
Selamat membaca.
Subscribe to:
Posts (Atom)




