Tuesday, April 1, 2014

Book Review : CeweQuat by : Leny Valenia

yeppp..hello sodara-sodara ...lama ngga bersua... ini keknya tulisan pertama gua di pojok penulis setelah sekian lama menghilang ngga jelas.. hehehe... smoga kedatangan gua ,,ngga membuat atmosfir pojok penulis jadi dingin ye,,,

oke,..langsung to the point aja deh ..hari ini gua mau ngulek buku yang judulnya "ceweQuat"..

buku ini cukup menarik,,,karena buku ini buat wanita...sorry para pria.. kali ini agak mengalah ye..

buat yang pernah follow @cewequat gua rasa udah tau lah kurang lebih gimana isi buku ini,,

buku ini bisa dikatakan sedikit guidance lah buat para wanita yang mungkin ampe skarang masih banyak pusing mau apa, mau kemana..mau napain especially tentang hidup nya.. mungkin kerjaan ...tujuan idup..bahkan cinta juga ada...

buku ini memberkati gua banget sih ..dari buku ini juga gua disadarin gimana ada bedanya hobi ama passion ..ada bedanya jadi orang aktif and produktif..dan ada juga sedikit test untuk mengetahui kelebihan ..or kekuatan kita dimana.. dan satu lagi..gua disadaarin banget yang namanya hidup itu kudu tau kamunya mau dimana... jangan habisin waktu untuk hal-ha; yang mungkin sebenernya bagus tapi sebenarnya jalannya kita itu ngga disana.,.

so nurut gua boleh lah untuk dimasukkin daftar buku bagus bagi diri gua,,ngga tau ya buat kalian ?

monggo..kunjungi toko buku terdekat and beli ini buku ...

happy reading all ..


Tuesday, February 5, 2013

Burung Perkutut - Elfriska Sihombing

Hari ini Nada diceramahi tentang CINTA oleh salah seorang teman. Namanya Genta.

Genta, "Lo jangan kaya ngga butuh cowo gitu dong, Nad ..."

Dibilang begitu, Nada sigap sewot, "Ngga butuh gimana, enak aja lo.."

"Ya ngga butuh gitu... kaya yang sedang lo lakuin sekarang. Kita ini udah bukan anak kecil lagi, Nad. Nanti di umur 30an jangan sampai lo nyesel karena lo menunggu 'cinta' yang selama ini lo nanti-nanti. Cewe itu ngga butuh cinta, Nad. Cewe itu butuh seseorang yang baik, yang bertanggungjawab dan mau bekerja keras untuk membangun keluarga yang baik. Cinta mah bisa meyusul"

"Jadi? Gw harus gimana?"

"Yah.. deket dulu lah sama cowo. Gimana mau kenal kalo lo takut nyakitin hati mereka. Fair - fair ajalah kalo orang dewasa mah..nanti juga saling ngerti kalo emang ga jodoh. Tapi jangan kaya gak butuh gini.."

Nada, "Bener juga sih apa kata lo.."

Lanjut Genta sambil mengutak-atik gitar kesayangannya yang sudah lama tak pernah diatur nada dasarnya, "Kita ini ngga tau apa-apa tentang cinta. Apa kata orang tua, itu aja yang lo harus ikutin. Mereka itu udah banyak pengalamannya. Mereka tau lah siapa yang cocok jadi pasangan kita."

Nada, "Jadi, cerita-cerita dongeng pangeran dan putri itu bener-bener ngga ada ya?"

Genta, "Menurut looooo????" dengan bibir monyong.

Nada cuma menunduk.

"Jadi sekarang gimana?" tanya Genda sambil memandang mata Nada yang mulai berkaca-kaca.

Tidak ada jawaban.
"Ngga ada salahnya lo mulai buka hati dan lihat kalau dia bukan satu-satunya cowo yang pantas buat dapetin lo."

Nada semakin memerah dan akhirnya air matanya pun mulai berurai.
Sesenggukan, ia menjawab dengan nada lirih, "Artinya.. gw harus merelakan lo ya" sambil tersenyum.

Genta membelalak.

Siang itu, burung perkutut milik bapak kost nyaring sekali berbunyi. Seolah-olah mengejek keheningan kami, ia berkicau-kicau tak berhenti. Kata orang, burung perkutut akan sering berkicau saat suasana hatinya sedang riang. Terlebih saat burung perkutut sedang jatuh cinta.

Wednesday, October 24, 2012

Pajangan ? - Kristin Natalia


“ No Smoking Area “
Slogan yang sudah umum banget. Hampir ditiap tempat yang ber AC tulisan itu mejeng. Dari anak-anak sampai orang dewasa tahu apa arti tulisan itu. Area bebas rokok itu artinya. Tapi entah kenapa, semakin banyak tulisan itu terpampang, semakin banyak pula orang yang melanggar dan dengan sengaja malah ngerorok ditempat tersebut.
“ Dilarang buang sampah sembarangan ! “
            Satu lagi slogan yang ya sudah tidak asing lagi. Mungkin pada kenyataannya tulisan tersebut tidak memakai tanda seru (!) tapi saya tambahkan tanda itu supaya terkesan bahwa tulisan itu adalah perintah bukan anjuran.
“ Haduh, jakarta kotor “
“ Haduh, jakarta banyak sampah “
“ Haduh, coba jakarta itu bersih kaya negeri singa “
“ Haduh….haduh….haduh…..”
Keluhan-keluhan yang terucap dari kebanyakan orang karena kondisi yang tidak bersih. Eitssss, plung….sekeresek sampah dibuang ke kali
Plung…..tissue abis buang ingus dibuang dijalanan
Plung…bungkus permen yang dibuang gitu aja. Gimana ga kotor ??
Suka banget dengan ungkapan dari seseorang “ Jika kamu bukan orang sembarangan, jangan buang sampah sembarangan ! “
“ Area Khusus Wanita “
            Buat pengguna transjakarta ( Salah satu alat transportasi di Jakarta ) kata-kata tadi sangatlah lumrah. Bukan karena dihapalkan, tapi disetiap bus ini memang terpampang tulisan ini. Yang artinya, area yang dikhususkan hanya untuk wanita. Hanya wanita loh, bukan yang agak kewanita-wanitaan atau yang mendadak lemah kembut seperti wanita. Tapi, sepertinya teguran penjaga pintu atau tulisan tadi ga cukup menyadarkan bahwa ada pemisahan area wanita dan pria.
            Mungkin sebagian besar peraturan cukup sulit dilakukan oleh orang-orang. Tapi, ada istilah bisa karena terbiasa. Agree !!! Kalau tidak pernah dicoba untuk mentaati, kapan bisanya ?? Jangan terus mengeluh untuk setiap keadaan, tapi mulai ikuti aturan main dan dimulai dari diri sendiri. Please be a wise !

Tuesday, September 4, 2012

Tuhan, ini.. saya kembalikan.

Seorang bapak pernah bercerita...
Katanya hidup ini tentang melepaskan.
Hidup ini tentang perpisahan.

Katanya, sewaktu kita masih dikandung oleh ibu kita, ibu membawa kita kemanapun ia pergi di dalam rahimnya.
Namun, ibu kita pada akhirnya harus melepaskan kita ke dunia.
Kemudian, setelah kita lahir, orang tua kita akan memegang tangan kita dan mengajari kita bagaimana caranya  berjalan.
Namun, ada saatnya mereka harus melepaskan tangan kita dan membiarkan kita berjalan seorang diri tanpa bantuan.

Lalu kita beranjak dewasa.
Kita mulai belajar mengendarai sepeda. Di sana juga orang tua kita memegang bagian belakang dari sepeda kita agar kita tidak terjatuh dan dapat mengendarai sepeda dengan seimbang.
Setelah kita dapat mengendarai sepeda sendiri, mereka tentunya akan melepaskan genggamannya dari sepeda yang kita kendarai dan membiarkan kita menjauh, pergi bersama sepeda yang kita kendarai.

Saat kita mulai bersekolah, lagi-lagi orang tua kita harus melepaskan kita.
Kita mulai keluar dari lingkungan rumah dan bertemu dengan berbagai jenis orang.
Orang tua kita tidak mungkin dapat membatasi hal-hal yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita.
Mereka harus melepaskan kita.
Membiarkan kita mempelajari hidup...
atau mungkin membiarkan hidup mengajarkan kita apapun yang ingin dia sampaikan.

Dalam banyak hal, kita akan berpisah...
semua akan berubah dan tidak tetap sama.
Kita belajar melepaskan.

Pada akhirnya, orang tua kita harus melepaskan buah hati yang mereka pelihara dengan segenap hati untuk seorang pemuda atau pemudi asing yang sama sekali tidak mengambil bagian dalam jerih payah mereka dalam membesarkan buah hati mereka.
Ini tidak mudah, tapi mereka, untuk yang ke sekian kalinya, akan melepaskan kita.

Hal ini akan terus terjadi...
sampai kematian memisahkan manusia dari semua kerabatnya dan bertemu dengan Sang pencipta.


***


Saya jadi berpikir,
mungkin manusia bukan melepaskan.

Mungkin manusia hanya mengembalikan apa yang dipercayakan kepada mereka.

Mungkin manusia hanya kembali kepada kodratnya.

Hanya menjadi seperti apa yang seharusnya.

Mengikuti proses Sang Sutradara dan menikmati setiap saat demi saat yang dianugerahkan bagi manusia oleh Tuhannya.

Menikmati setiap proses 'berpulang' karena dunia dengan segala definisinya sudah terlampau mengembara. Jauh.


Jadi, siapkah kita melepaskan..?
Pertanyaan ini sulit dijawab dan saya rasa memang tidak perlu dijawab. Cukuplah menjadi sebuah perenungan.


Saya akan mengutip  dua buah pernyataan yang berbunyi,


No matter how much suffering you went through, you never wanted to let go of those memories.
- Haruki Murakami


Some people believe holding on and hanging in there are signs of great strength. However, there are times when it takes much ore strength to now when to let go and then do it. - Ann Landers.






Bandar Lampung, 03092012
Di tengah-tengah hujan abu Gunung Anak Krakatau.



13466923741854877713