Senin, 22 November 2010

KARENINA Before I Say I Do by : JAINAR BERLIANA

Judul : KARENINA Before I Say I Do.
Penulis: JAINAR BERLIANA
Review oleh WASIS WIBOWO, Koran SINDO

Jalinan Cinta Penyiar Radio dan Tentara

Pepatah mengatakan, asam di gunung dan garam di laut, pasti bertemu juga dalam bejana. Secara harfiah, diartikan dua orang yang bertolak belakang latar belakang dan kepribadiannya, jika sudah berjodoh pasti akan bersatu juga.

Novel Karenina, Before I Say I Do, ini mengangkat cerita tentang jalinan cinta dua insan yang memiliki latar belakang, profesi, dan kepribadian yang sangat berbeda. Karenina, seorang gadis yang berprofesi sebagai penyiar radio di kota Bandung terlibat kisah asmara dengan seorang anggota TNI yang sering disapanya Abang.Karenina Raturandang, begitu nama lengkapnya, merupakan tipe perempuan yang aktif, aktraktif, punya banyak teman hangout, dan sedikit punya gejala Histrionic Personality Disorder (Ingin menjadi pusat perhatian dalam setiap kesempatan). Makanya, Karenina gemar gonta-ganti warna rambut dari warna cokelat sampai pink dan paling engga bisa dicuekin, apalagi bertekuk lutut sama cowok.

Hal itu bertolak belakang dengan Abang-dalam satu kesempatan disebut namanya dengan Kapten Infanteri Uria Panyalombo, intelijen TNI yang bertugas di Jember, Jawa Timur (hal 139). Abang memiliki sikap dewasa, tak suka basa-basi, sedikit kaku, disiplin, dan selalu menunjukkan sikap memiliki power –kurang lebih digambarkan sama seperti kebanyakan sikap tentara.

Keduanya bertemu setelah Karenina dikenalkan oleh rekan kerjanya yang bernama Alvin, yang juga sepupu Abang. Awalnya, Karenina tak tertarik dengan Abang yang berprofesi sebagai tentara. Selain sikapnya yang terkesan kaku dan ketinggalan zaman, dia tak suka dengan segala peraturan ketentaran yang ekstra-ketat.

Namun, perbedaan profesi dan latar belakang ini membuat Karenina tertantang untuk mengetahui lebih jauh sosok Abang. Sampai akhirnya keduanya memiliki ketertarikan dan merasa menemukan kecocokan satu sama lain, meski harus melalui proses perkenalan yang berliku.

Jangan harap ada banyak adegan romantis atau kata-kata rayuan bak pujangga dalam kisah cinta Karenina dan Abang. Sebaliknya, penulis mengurai kisah cinta ini dengan adegan dan dialog yang kocak, karena keduanya sering tak nyambung dan sama-sama egois.

Seperti Karenina yang sering salah sebut jenjang kepangkatan dan proses pendidikan di tentara. Atau Sang Abang yang sering menggunakan kata-kata agak jadul untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Karenina yang terbiasa menggunakan istilah anak muda sekarang yang sedang tren.

Semua diramu penulis, Jainar Berliana, dalam kalimat sederhana dan dialog yang menyegarkan sehingga tak menjemukan. Seperti Abang yang membuat sejumlah syarat kepada Karenina agar tidak berpenampilan terlalu ngejreng, seperti berpakaian serba –pink, rambut dicat, dan dandanan yang medok.

Bahkan, ketika Karenina setuju untuk menjadi calon istri Abang, dia terbelalak dengan serangkaian syarat dan tes yang harus dilalui. Dia tak menyangka ada proses screening untuk menjadi istri tentara. Bagaimana akhir cerita jalinan cinta Karenina dan Abang? Novel ini tidak boleh dilewatkan karena menghadirkan kejutan yang tak terduga di akhir cerita. Sekaligus menjadi bacaan menarik bagi pasangan yang berbeda latar belakang, dan profesi, seperti tentara dan penyiar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar