Sabtu, 27 Maret 2010

have a dream by : Alin Shagala


Tidak ada hal yang semestinya kita ragukan dalam setiap harapan,
karena apapun yang kita harapkan adalah suatu ketulusandari apa yang kita mimpikan.
Jangan pernah berhenti untuk berharap meskipun tidak adatitik untuk berharap.
Sebesar apapun rintangan yang ada didepan kita
tetaplah untuk melangkah dalam kepastian.
Jika anda dapat melakukannya berarti anda sedang membuktikan
bahwa anda sedang serius dengan mimpi anda.Jangan terus bermimpi,
karena ada saatnya untuk kita mencapai mimpi itu.
Tetap arahkan pandangan mata anda kedepan,
jangan membuang waktu dengan mengingat kegagalan anda kemarin.
Karena sesungguhnya anda yang akan menentukan mimpi tersebut.
Pastikan anda akan berada di akhir mimpi itu.

hanya bagian hidup.. by : Alin Shagala


Dan detik itu pun air mata ku mengalir, pikiran dan perasaan hanya memicu aku untuk menyesal. Satu jam aku hanya terdiam dengan tatapan kosong, sempat orang disampingku menyapa dan betanya “apakah kamu baik-baik saja?” dan akupun hanya mengangguk. Aku segera berlekas melangkahkan kakiku mencari tempat sesunyi mungkin dan terus mencoba melupakan kejadian tersebut namun semakin akau berusaha melupakannya semakin air mataku tidak terhentikan. Pikirku, tidak akan ada orang yang mengerti perasaanku saat ini, bahkan untuk merasakan keadaan yang sangat memukulku.
Apakah itu menjadi bagian dalam pengalaman hidup anda atau bahkan sedang terjadi..? atau anda sering mengalami hal yang tidak jauh dengan cerita diatas? Masalah apa yang membuat anda begitu terpukul dan sulit untuk menghentikkan tangisan itu?
Suatu kelak orang yang sangat kita cintai mungkin akan lebih dulu meninggalkan kita, ataupun sebaliknya. Tiba-tiba seorang sahabat yang sudah lama dekat dengan kita ternyata menghianati kita. Beberapa waktu kemudian kita membuat kesalahan yang fatal dan membuat orang tua kita tidak percaya lagi kepada kita. Sesaat kita beranjak dari langkah, banyak orang yang sama sekali tidak perduli dengan langkah kita. Hal yang biasanya sudah kita kenali dari orang yang kita cintai tiba-tiba saja sangat berubah dan sangat menganggap kita kecil.
Mungkin beberapa hal diatas memicu kita untuk merasa sangat terpukul, sadar tidak sadar itu telah menjadi bagian dalam hidup anda!
Sebaiknya anda jangan hanya terdiam dan terus menangisi setiap kejadian dalam hidup anda, karena itu tidaklah terlalu penting karena itu sudah menjadi “masa lalu”, meski sulit untuk melupakan tapi sadarilah itu sudah menjadi masa lalu!.
Hal yang terlebih penting adalah “SIKAP anda setelah kejadian tersebut. Perasaan dan perkataan untuk selalu bersyukur adalah hal yang menjadi dasar untuk menghilangkan rasa tidak adil ataupun trauma dalam hidup anda. Seberapa besar anda bersyukur untuk setiap hal maka sebesar itulah orang memandang anda sebagai orang yang bijak dan memahami hidup. Jangan terlalu berfikir mengenai strategi untuk anda menghindar karena sebuah strategi terkadang membuat anda menjadi lebih rumit dan sulit untuk emlangkah kedepan. Perhatikanlah diri anda dan pahami kekurangan anda, belajarlah supaya anda bisa mencintai diri sendiri itu jauh lebih baik. Bagaimana mungkin kita bisa menghargai orang lain, jika kita tidak bisa menhargai diri kita sendiri. Rasa mampu untuk terus menjalaani dan melakukan yang terbaik adalah keputusan anda, bukan tergantung dari keputusan orang lain.
Ingatlah bahwa “kemampuan dimulai dari sebuah kemauan”.
Dan semua adalah keputusan anda..

Kamis, 25 Maret 2010

Cara Tuhan Menghibur Kita


Pernahkah kita merasa sangat sedih sampai menangis pun rasanya tak sanggup?
Pernahkan kita merasa sangat marah, tapi tidak bisa melampiaskannya?
Pernahkan kita merasa sangat kesal, tapi tidak tahu penyebabnya apa?
Segala sesuatu tampak menjadi buruk, sepertinya tidak ada harapan, dan tidak ada jalan keluar. Kadang kita tidak butuh apa-apa, sedikit penghiburan saja sudah cukup setidaknya membuat mood kita kembali membaik dan membuat kita sedikit tersenyum.


Lalu secara tiba-tiba langit yang tadinya hujan menjadi cerah
tiba-tiba seseorang yang sudah lama tidak kita temui, menghubungi kita
tiba-tiba di meja terhidang makanan kesukaan kita, tanpa kita minta
Itulah cara Tuhan menghibur kita, cara yang sederhana tapi berhasil membuat kita tersenyum.
Berhasil membuat kita kembali memiliki kekuatan.


Beberapa waktu yang lalu, saya dibuat kesal sekesal-kesalnya oleh oma saya.
Oma saya ini umurnya sudah 75 tahun, agak bawel sedikit (maaf ya oma ^^v), model ibu-ibu jaman dulu yang cukup perfeksionis dan tidak suka melihat anak muda jaman sekarang yang serba praktis dan last minute. Pada intinya kami cukup sering beda pendapat dan beda sikap yang sering diakhiri kekesalan di hati saya. (jelas di hati karna saya tidak pernah cukup tega mengungkapkannya dan pada akhirnya memang selalu saya yang mengalah). Hari itu, entah apa yang memicu pertengkaran kami, mungkin ditambah mood saya yang sedang nggak bagus, intinya saya sangat kesal dengan oma dan saya memilih untuk pergi.


Di perjalanan ternyata saya se-angkot dengan guru saya sewaktu SMA. Ingatan saya memang sedikit buruk, awalnya saya nggak menyadari beliau adalah guru saya kalau saja bukan dia yang menyapa duluan. Akhirnya sepanjang perjalanan itu kami ngobrol banyak. Saya cukup merasa terharu karena ternyata beliau mengingat saya dengan sangat jelas, sekaligus merasa bersalah karena saya lupa siapa nama guru saya itu. Tiba-tiba perasaan saya menghangat. Senang rasanya diingat oleh guru yang punya banyak murid dan sangat mungkin lupa pada murid-muridnya, apalagi saya yang notabene tergolong biasa-biasa saja sewaktu SMA. Perasaan saya juga kembali menghangat ketika mendengar doa yang diucapkan spontan oleh guru saya itu, supaya saya cepat lulus, cepat mendapat pekerjaan, bahkan sampai didoakan supaya saya cepat menikah dan tidak lupa mengundang guru saya itu hehe..


Akhirnya saya memutuskan untuk ngopi-ngopi di starbucks (maklumlah kan tadi saya pergi memang tanpa tujuan). Segelas Greentea Frapucino biasanya selalu sukses bikin mood saya membaik. Saya memilih tempat di pojok, di sofa yang besar dan nyaman dan membuat saya betah berlama-lama di sana. Tepat di depan saya duduk, ada seorang laki-laki seumuran saya dan anak kecil perempuan yang saya duga adiknya. Mereka cukup menarik perhatian saya karena selain anak kecil itu yang cerewet banget, si kakak kelihatannya care banget sama adiknya itu. Nggak lama kemudian bergabung sepasang suami istri dan seorang wanita yang sudah agak tua, yang saya tebak pasti orang tua mereka dan neneknya.


Perasaan saya kembali menghangat. Bukan karena Greentea frapucino yang saya minum tapi karena melihat keluarga itu. Saya melihat si anak kecil bertingkah manja dan duduk di pangkuan ayahnya, sesekali juga saya melihat si ibu mengacak-acak kepala anak laki-lakinya, sesekali mereka juga tertawa karena candaan si nenek. Perasaan saya menghangat seolah tertulari kehangatan dari keluarga itu.


Entah karena saya yang keliatan banget sedang memperhatikan mereka atau karena mereka kasihan melihat saya autis sendiri, si Ibu tersenyum pada saya. Saya balas tersenyum yang disambut ajakan si nenek untuk gabung dengan mereka. Jelas saja saya menolak, tapi mungkin memang sudah kodratnya nenek-nenek itu tercipta menjadi bawel, nenek itu tetap saja mengajak saya ngobrol.


Perasaan saya semakin hangat, kekesalah saya tadi pagi sudah menguap tanpa sisa. Bahkan saya sudah lupa rasanya mood saya yang jelek tadi pagi. Bahkan lebih dari sekedar perasaan yang menghangat, saya tiba-tiba merasa senang. Sederhana memang, hanya karena saya bertemu dengan guru saya, hanya karena saya bertemu dengan keluarga yang begitu menyenangkan, hanya karena akhirnya saya punya teman ngopi bareng.


Saya pikir itulah cara Tuhan menghibur kita. Bukan dengan hal-hal yang besar, hal-hal yang harus terlihat ajaib, tapi dengan hal-hal yang sederhana Dia membuat hati kita menghangat. Kembali merasakan sukacita, kembali merasakan kasih yang pada akhirnya membuat kita bisa tersenyum kembali. Apa pun yang kita alami saat ini, mungkin jauh lebih berat dari sekedar seorang nenek yang selalu bawel setiap hari, tapi percayalah Tuhan selalu punya cara untuk menghibur kita.
Saya akhirnya pulang dengan perasaan hangat dan sukacita yang luar biasa. Saya kembali ke rumah, kembali mendengar oma bawel karena saya belum makan, tapi entah kenapa belum pernah saya merasa sebahagia itu dicerewetin sama oma, belum pernah saya merasa sebahagia itu karena masih memiliki oma yang begitu care sama cucunya.


Tha
200310...8 p.m.

mita octavacariani

Selasa, 23 Maret 2010

“saya mengasihi anda!” by : Alin Shagala

Kenapa harus memungkiri kalau memang kita akan bertemu, kenapa harus menyesal kalau memang menyakiti. Apa yang kita lakukan sebenarnya adalah dasar dari hari kita yang akhirnya muncul kedalam pemikiran dan berakhir pada tindakan kita, semua bisa saja kita anggap tidakpenting untuk mementingakan diri sendiri. Dihari-hari terakhir ini saya sangat sering memikirkan “bagaiman jika kasih itu diangkat dari setiap hati manusia?” Apa jadinya..? Seseorang yang memberikan secangkir teh kepada orang lain sudah memiliki dasar kasih, kasih yang adalah awal hidup dan kasih itu juga yang tidak akan berakhir…pikirkanlah kapan terakhir anda menunjukkan rasa kasih itu kepada orang lain, bahkan pikirkan apakah itu akan menjadi yang terakhir. Tidak perlu berpikir berkali-kali untuk mengasihi orang-orang, karna untuk itulah kita diciptakan, mengasihi dan dikasihi……Dan saat ini saya hanya ingin mengatakan
“saya mengasihi anda!”

Senin, 22 Maret 2010

..cry now.. by : Alin Shagala

Awal yang indah kau berikan padaku
Aku menjadi matahari kecil bagimu
Dan kau menjadi pahlawan yang melindungiku
Sapa dan senyummu menjadikanku ceria
Pelukan dan kasihmu menyatu dalam ragaku
Kutersentak saat kau goreskan luka
Membuat bayanganmu menjadi semu dalam benakku
Sulit untuk mengingat kembali ketulusanmu
Namun aku tahu, aku tidak dapat memungkirinya
Aku ingin cahaya datang menyinarimu
Gantikan aku yg dahulu menjadi mataharimu
Semua bisa dilalui tanpa harus dalam langkah yang sama
Aku tahu kasihmu tetap ada..
Air mataku menyatu dengan kecewaku
Dengan tulus aku ingin tetap mengatakan
Aku mencintaimu ayah…..

Syair ini bertema tentang ‘pelecehan anak’ yang terjadi pada seorang anak yang menjadi korban dari ayahnya sendiri (aku = anak, mu = ayah)
Anak tetap memiliki keputusan untuk mengasihi ayahnya, meski kecewa dan luka yang dalam, namun semuanya akan menjadi masa lalu yang tidak perlu diingat kembali. Doa anak untuk ayahnya agar dapat menemukan cahaya yang murni dan dapat kembali pada keadaan yg seharusnya yaitu ia bisa menjadi ayah yang sesungguhnya.
Jika saya ingin jujur..saya hanya ingin menangis ketika jari saya mulai menorehkan kata-kata diatas. Karena hal ini banyak terjadi dinegara yang saya kasihi. Hal dasar yang perlu kita lakukan adalah ‘berdoa’ agar setiap anak tidak menjadi memiliki hati yang pahit dan dapat memaafkan seburuk apapun sang ayah.

Minggu, 21 Maret 2010

i'm not an angel

Salah seorang teman pernah bertanya pada saya, “Bagaimana caranya saya bisa dengan mudah memaafkan seseorang?” Singkat cerita seperti ini, teman saya itu pernah sangat dikecewakan seseorang yang dia panggil sahabat. Notabene orang itu dulu pernah saya panggil sahabat juga.

Saya juga pernah berbagi banyak hal dengan orang itu, pernah yakin bahwa dia adalah orang yang paling bisa saya percaya. Walau akhirnya kami berdua kecewa, karena ternyata kami memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi pada dia.

Yang berbeda dari kami adalah saya memaafkan terlebih dulu. Sementara teman saya itu hingga saat ini masih menyimpan rasa kecewanya, bahkan hal ini berdampak cukup besar buat dia. Mulai dari membuat mood nya naik turun, skripsi agak terganggu (sangat terganggu malah), sampai dia merasa dirinya yang salah dan menjadi lebih sulit untuk memaafkan dirinya.

Waktu akhirnya saya berpikir apa yang bisa membuat saya bisa lebih mudah memaafkan, jujur saya juga tidak terlalu tahu dengan pasti alasannya. Saya kecewa, iya. Saya merasa dibohongi, iya. Karena sudah sejak lama juga saya tahu bahwa banyak ketidakjujuran dari orang itu. Saya kesal,itu juga iya, terutama karena dia bisa masuk begitu dalam ke kehidupan pribadi saya tapi saya sama sekali tidak tahu banyak tentang dia. Saya bingung, itu apalagi. Karena akhirnya saya bingung, sebenarnya saya dianggap sebagai apa oleh dia.

Tapi toh akhirnya, saya berani untuk memaafkan terlebih dulu. Bahkan lebih dari sekedar memaafkan, saya juga tetap mengulurkan tangan saya waktu dia minta bantuan, menyediakan telinga saya untuk mendengarkan ceritanya lagi. Meskipun sedikit membatasi diri untuk tidak terlalu membagi hidup saya lagi dengannya.
Teman2 saya yang lain bilang saya terlalu naif, mungkin ada yang bilang saya bodoh karena masih bersikap baik pada orang yang jelas2 jahat sama saya. Mereka juga bilang bahwa saya bisa saja akan kembali kecewa bahkan bisa lebih parah.

Saya cuma mau bilang teman, saya ini bukan malaikat. Saya juga pernah merasa sakit hati, merasa kecewa, merasa bodoh karena menganggap orang itu sahabat. Tapi saya akhirnya memilih untuk memaafkan. Satu yang saya pelajari bahwa memaafkan adalah pilihan. Memaafkan bukan kewajiban, bukan tuntutan tapi sebuah pilihan. Dan kalau orang tanya bagaimana saya bisa dengan mudah memaafkan, saya akan jawab bahwa hal itu bukanlah hal yang mudah. Saya tetaplah bukan malaikat. Tapi saya belajar dari pribadi yang memberikan teladannya langsung tentang memaafkan.

Ya, saya belajar dari Bapa saya di surga. Saya juga mengalami pengampunan yang tanpa syarat. Saya mengalami kasihNya bahkan sebelum saya mengenal Dia. Saya tetap dipercaya olehNya meskipun saya seringkali mengecewakan Dia. Dan yang paling hebat yang saya alami, Dia bahkan mau mati buat saya tanpa saya minta.

Kalau Dia saja bisa melakukan hal2 hebat itu, kenapa saya tidak? Saya kan anakNya. Saya bukanlah malaikat yang bisa baik banget sama semua orang, saya hanyalah seorang anak yang mau belajar menjadi serupa seperti Bapanya. Dan entahlah, pada akhirnya pengampunan itu bisa dengan mudah saya berikan.

So, kalau ada yang tanya, bagaimana saya bisa dengan mudah memaafkan, jawabannya sederhana, karena saya belajar langsung dari Bapa saya.

makna sebuah payung.. by : Alin Shagala

Hari kemarin banyak hal yang membuat saya merasa bingung,sampai saya pun tidak memiliki hal yang ingin saya tulis. Namun ketika satu demi satu terjadi berbagai hal dan pada akhirnya ketika malam tiba saya hanya bisa terdiam, ketika saya menyadari hari saya yang tidak jauh buruk dengan mereka yang terkena bencana ataupun kehilangan orang yang dikasihinya.
Pagi kemarin teman saya tidak sengaja menjatuhkan ponsel saya, dan kerusakan pada ponsel itupun berakibat tidak berfungsinya ponsel saya. Jujur saya sempat kesal karena itu ponsel baru. Siangnya pun saya berjanjian dengan teman saya,karena saya ingin meminjam catatan karena esoknya tugas akan dikumpulkan, namun lagi-lagi saya tidak bertemu teman saya dan saya kehujanan. Dan tiba-tiba saja saya harus datang untuk bertemu pembimbing saya dan tepatnya disebuah tempat makan, padahal saat itu uang saya hanya cukup untuk biaya transport saya pulang.
Namun ada satu hal yang membuat saya termotivasi untuk saya mengerti kejadian-kejadian dalam hidup saya bahwa semuanya tidak kebetulan tetapi kebenaran.
Ketika malam itu seseorang yang saya kenal memberikan sebuah payung baru kepada saya, dan lagi-lagis saya terdiam, mungkin berbeda dengan anda yang mungkin banyak orang memberikan barang-barang berharga pada anda. Namun ketika saya menerima payung tersebut, saya mengerti apa yang menjadi alasannya memberikannya. Berulang-ulang saya bertemu dengan dia dalam keadaan hujan dan dia selalu melihat saya kehujanan, bahkan dia pernah bertanya mengapa saya tidak pernah membawa payung, dan saya pun hanya tersenyum. Namun dia mengerti keadaan saya, sebuah payung mungkin memilki harga yang tidak mahal, namun bagi saya ini pelajaran yang sangat berharga. Kita sering kali memberi perhatian kepada orang-orang disekitar kita namun hanya sebatas kalimat bahkan kata. Tetapi tidak disertai dengan bukti yang sesungguhnya. Saya mengerti jelas mengapa seseorang tersebut memberikan payung itu kepada saya mungkin dia berpikir jika saya kehujanan terus maka saya akan sakit dan dia tidak menginginkan saya sakit. Saya sedang tidak membuat diri saya sombong diperhatikan orang lain, tetapi saya belajar untuk menilai bahwa setiap orang mengasihi saya. Jadi apakah menurut anda, anda berhak untuk menghentikan orang perhatian kepada anda bahkan apakah tidak sebaiknya anda yang terlebih dahulu memulai perhatian tersebut.
Terima kasih untuk sebuah payung, yang mengajarkan saya untuk memberikan perhatian yang nyata bukan kata.

alin shagala