Selasa, 05 Februari 2013

Burung Perkutut - Elfriska Sihombing

Hari ini Nada diceramahi tentang CINTA oleh salah seorang teman. Namanya Genta.

Genta, "Lo jangan kaya ngga butuh cowo gitu dong, Nad ..."

Dibilang begitu, Nada sigap sewot, "Ngga butuh gimana, enak aja lo.."

"Ya ngga butuh gitu... kaya yang sedang lo lakuin sekarang. Kita ini udah bukan anak kecil lagi, Nad. Nanti di umur 30an jangan sampai lo nyesel karena lo menunggu 'cinta' yang selama ini lo nanti-nanti. Cewe itu ngga butuh cinta, Nad. Cewe itu butuh seseorang yang baik, yang bertanggungjawab dan mau bekerja keras untuk membangun keluarga yang baik. Cinta mah bisa meyusul"

"Jadi? Gw harus gimana?"

"Yah.. deket dulu lah sama cowo. Gimana mau kenal kalo lo takut nyakitin hati mereka. Fair - fair ajalah kalo orang dewasa mah..nanti juga saling ngerti kalo emang ga jodoh. Tapi jangan kaya gak butuh gini.."

Nada, "Bener juga sih apa kata lo.."

Lanjut Genta sambil mengutak-atik gitar kesayangannya yang sudah lama tak pernah diatur nada dasarnya, "Kita ini ngga tau apa-apa tentang cinta. Apa kata orang tua, itu aja yang lo harus ikutin. Mereka itu udah banyak pengalamannya. Mereka tau lah siapa yang cocok jadi pasangan kita."

Nada, "Jadi, cerita-cerita dongeng pangeran dan putri itu bener-bener ngga ada ya?"

Genta, "Menurut looooo????" dengan bibir monyong.

Nada cuma menunduk.

"Jadi sekarang gimana?" tanya Genda sambil memandang mata Nada yang mulai berkaca-kaca.

Tidak ada jawaban.
"Ngga ada salahnya lo mulai buka hati dan lihat kalau dia bukan satu-satunya cowo yang pantas buat dapetin lo."

Nada semakin memerah dan akhirnya air matanya pun mulai berurai.
Sesenggukan, ia menjawab dengan nada lirih, "Artinya.. gw harus merelakan lo ya" sambil tersenyum.

Genta membelalak.

Siang itu, burung perkutut milik bapak kost nyaring sekali berbunyi. Seolah-olah mengejek keheningan kami, ia berkicau-kicau tak berhenti. Kata orang, burung perkutut akan sering berkicau saat suasana hatinya sedang riang. Terlebih saat burung perkutut sedang jatuh cinta.

2 komentar:

  1. Ceritanya kok mengingatkan saya pada seseorang yaa... hihi. =B
    Suka. Endingnya nggak terduga. Ternyata...

    BalasHapus
  2. i left my footprint here and keep walking.

    BalasHapus