Senin, 28 Februari 2011

What can I do by : Kristin Aritonang

Cerita seorang kawan)
Kriiiiiingggg…..
Bunyi telepon berdering mungkin untuk terakhir kali darinya. Dingin dan tanpa rasa antusias dalam percakapan kali itu. Pria yang berusaha memenangkan hatiku menelepon kala itu. Tapi, entahlah hati ini belum bisa memberi ruangangpun bagi seorang pria manapun. Sebagai kakak tertua, aku memiliki mimpi untuk membiayai kebutuhan hidup dari adik-adikku. Kurasa itu dimulai sejak aku memperoleh pekerjaan. Bersyukur, aku merasa nyaman dalam menjalaninya. Posisi yang baik, pekerjaan yang kusenangi, teman-teman yang kurasa mm mendukungku. Kurasa lengkaplah sudah hidupku. Belum terpikirkan dalam asaku soal pasangan untuk saat ini.
Suatu hari, mama berandai-andai. “ kapan yah bisa menimang cucu dan bisa jadi seorang nenek ?” Aku sadar sebenarnya pertanyaan itu ingin dilayangkan kepadaku. Tak lama, kapan kamu buka hati nak ? sahut mama tegas. coba mulai pikirkan perkara ini. Mmm, jika sampai akhir tahun ini kamu masih belum memiliki calon pendamping hidup, lebih baik kamu tidak usah memberi uang dari hasil pekerjaanmu. Tak ada hal bahagia selain kamu memberi cucu !!
Tersentak dan terdiam dalam hening dan kekecewaan mama
Salahkah keadaan ini ? Jika demikian apa yang harus diperbuat ? Bukankah cinta tak dapat dipaksakan ? atau salahkan orang tua yang ingin anaknya bahagia dan menyempurnakan kebahagian mereka sebagai orang tua ?
What can I do ?


By. Kristin Natalia A
-21.10.2010-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar