Kamis, 15 April 2010

akhir dari akhir



Ternyata udara begitu pekat

Semakin menyesakkan di bumi ini

Terasa hampa….

Mentari bersinar senja kemerahan

Melaburkan birunya cakrawala

Menjadi seperti tembaga padat

Sesaat… ku lupa bahwa ini bumi

Karena gurun sepanjang pandang

Debu begitu bebas berputar-putar

Sebebas angin meliukannya

Jangankan pepohonan….

Sebatang rumput pun tak kutemukan

Mungkin pernah ada….

Namun mati karena tak mendapat sinar

Dan tebing ini….

Seperti bekas tempat air terjun berjatuhan

Jatuh pada lekukan tanah ini

Yang seperti bekas suatu muara

Dan mungkin sekali….

Disini sering terbentuk pelangi

Karena biasan cahaya

Yang disambut butir-butir air

LANTAS….

Kemanakah semua ini hilang?….

Apakah menguap bersama waktu?…

Yang berselaras dengan akan berakhirnya detik

KEMANAKAH SEMUA INI PERGI?….

by.Edward Maniar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar