Jumat, 23 April 2010

Bersyukur dan Berjuang dalam Kondisi Apapun - by : Yohanes Wibowo


tik tik tik….. (suara bambu kecil yang dipukul oleh penjual bakso pikul)Hmmpphhh kenyang banget… abis makan bakso langganan yang jualan dari jaman aku sd kayanya…
Sembari aku menikmati semangkok bakso sembari aku berbincang2 dengan pak ndek (Pak pendek begitulah nama bekennya). DIa bercerita semua anaknya telah selesai mengenyam bangku perguruan tinggi, kecuali yang paling kecil masih tingkat terakhir di Poltek Negeri malang.Anaknya yang pertama bekerja di Jayapura (Papua), yang kedua bekerja di Manokwari (Papua Barat), dan yang ketiga di Medan (Sumatera Barat). Dia juga bercerita keponakannya dia biayai juga untuk mendapatkan pendidikan yang layak.Cuma kadang2 membayangkan dari jaman aku kecil sampai sekarang dia berjalan memikul dagangnya berjalan dari ujung timur malang dan menempuh puluhan KM untuk berjualan bakso, kadang kalau melewati rumah sambil menyeka keringat karena teriknya panas matahari. Membayangkan bahwa terkadang membawa pikulan seberat itu apalagi disiang hari yang panas dengan tubuhnya yg kecil, pasti capek banget. Tapi dia selalu menyapa pembelinya dengan senyum dan sering melemparkan humor2 segar, tidak pernah tersirat rasa mengeluh dari mukanya, meski kadang saat menawarkan dagangannya banyak orang yang menolak. Tapi saya percaya dia bukanlah orang yang mudah menyerah, bayangin men!!! penjual bakso pikul dengan 4 orang anak yang mengenyam perguruan tinggi ?? OMG…!!Setelah direnungin… jadi malu dengan diri sendiri, terkadang masalah kecil yang kita hadapi saja sudah mengeluh dan menyerah di tengah jalan. Saat menjalani kehidupan dengan pikulan yang berat dan terik matahari aku percaya ada sebuah kekuatan besar yang memberi pak ndek kekuatan dan semangat, yah… bayang2 dia berfoto dan menghadiri wisuda 4 orang anaknya.Aku percaya pak ndek bukanlah tipe orang yang mengasihani dirinya sendiri dengan berbagai permasalah berat yang dia alami selama hidupnya. Kemauannya untuk memberikan yang terbaik bagi anak2nya jauh melampaui rasa mengasihani dirinya sendiri…….Sejenak aku mulai berpikir, kalau pak Ndek punya sebuah alasan untuk dia berjuang dan tidak patah arang, yaitu “Toga” bagi anak2nya, kalau aku apa yah?….Kalau kamu???
Kadang kehidupan yang keras dan penuh permasalahanlah yang membentuk seseorang menjadi seorang pejuang sejati dan tidak mengenal kata menyerah, dan aku mulai bersyukur buat setiap permasalahan yang aku alami dalam hidup ini, itu artinya Sang Pencipta sedang membentuk aku untuk menjadi orang yang luar biasa nantinya.
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. -St. Paul-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar