Senin, 19 April 2010

Musuh Terbesar dalam Diri Kita - by: Anetha Harikadua

Musuh Terbesar dalam Diri Kita


Banyak orang mungkin menyangka kalau kondisi yang sedang dihadapi sekarang merupakan akibat dari perbuatan orang lain. Misalnya mungkin sampai saat ini hidup pas-pasan akibat kondisi ekonomi orangtua yang dulunya tak mapan. Atau contoh lainnya misalkan hasil ujian sekolah buruk karena kawan tak mau meminjami contekan.

Pendeknya kita kerap menyalahkan banyak hal di luar diri kita. Padahal, persoalan terbesarnya justru terdapat dalam diri kita sendiri. Apakah itu?

Musuh terbesar kita sebetulnya adalah pikiran negatif yang bersarang dalam pikiran kita. Saat kesulitan atau hambatan muncul, pikiran negatif itu mulai bekerja menghembuskan pikiran-pikiran buruk, mencari-cari pembenarannya, dan berujung pada sebuah penilaian atau bahkan penghakiman.

Umpamanya:

“Oh wajar dia lekas naik pangkat karena dekat dengan si Bos.”
“Oh pantas dia cepat berhasil, karena kata-katanya yang muluk-muluk dan bombastis.”
“Oh lumrah saya tak sukses, orang itu menghalangi kesuksesan saya.”
Adakah kalimat yang familiar dengan anda? Semoga tidak…

Semua penilaian bermula dari pikiran kita. Di setiap kondisi yang tak diharapkan, pikiran negatif tersebut akan memuntahkan kalimat-kalimat pembenaran yang mungkin sementara membuat kamu “senang” karena memuaskan ego anda, namun sama sekali tak membantu mengubah hidup kamu menjadi lebih baik.

Pikiran itu ibarat sopir yang menyetir dan mengarahkan kemana langkah kamu selanjutnya. Andaikan kamu mencari sopir, pastinya kamu tak akan mencari sopir yang ugal-ugalan dan suka melanggar lalu lintas. kamu pastinya lebih memilih sopir yang patuh peraturan dan bertatakrama dalam berkendara sehingga membuat kamu sampai ke tujuan dengan selamat.

Boleh saja kamu membantah dan kembali menolak. Tapi sejatinya jika kita ingin mengubah diri kita menjadi lebih baik: mengapa kita fokus pada hal yang tidak kita inginkan dan bukan pada hal yang kita inginkan?

Jika kamu ingin memperbaiki sepeda kamu yang rusak, mengapa kamu kalang kabut dengan sepeda orang lain yang baik-baik saja. Apakah dengan begitu sepeda kamu akan kembali baik dengan sendirinya? Saya jamin tidak!

Itulah pentingnya mentalitas positif. Dari mental positif perubahan dalam hidup kita bermula.

Jika kamu memikirkan hal positif dan fokus pada yang kamu inginkan, lebih mudah bagi kamu mencapainya. Sebaliknya, jika kamu fokus pada hal-hal yang tak kamu inginkan, bisa jadi hal negatif itu mendekati diri kamu. Logikanya sederhana. Jika kamu fokus pada sesuatu yang tak kamu inginkan, bisa jadi kamu abai terhadap apa yang kamu inginkan.

Mungkin kamu bertanya kenapa pikiran negatif berbahaya? Disadari atau tidak, pikiran negatif bisa melemahkan diri kamu, menghancurkan kepercayaan diri kamu, membuat kamu suka menyalahkan diri sendiri dan mungkin orang lain, membuat hidup seolah begitu berat untuk dijalani, serta yang terburuk berdampak membuat kamu kehilangan harapan.

kita akan lebih cerah, kamu lebih bersemangat untuk ACTION, kamu merasa lebih kuat dan memiliki hidup yang layak diperjuangkan, dan kamu masih memiliki harapan bahwa esok atau lusa hidup kamu akan semakin baik, semakin baik, dan semakin baik.

Intinya adalah dalam pikiran kita. Kekuatan pikiran disebut sebagai kunci utama kesuksesan anda.

Apakah kamu masih mau mengisi pikiran kita dengan berbagai pikiran negatif yang menghancurkan diri sendiri? Atau memenuhi pikiran kita dengan hal-hal positif yang membuat kita menjalani hidup lebih optimis setiap hari dan bertindak menuju sukses?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar