Sabtu, 10 April 2010

..Cinta Dalam Persahabatan, salahkah ?..

Seperti mic dan kabel kami gambarkan persahabatan yang kami jalin selama 5 tahun belakangan ini. Mic tidak bisa mengeluarkan suara jika tidak ada kabel yang tertancap padanya. Jika ada yang salah atau error pada kabel, mic tidak bisa berfungsi. Demikian juga jika elemen-elemen mic ada yang rusak mereka berdua tidak menjadi fungsinya masing-masing. Demikianlah persahabatan kami, keduanya saling melengkapi. Saat mic dan kabel menyatu lantunan suaranya jadi merdu, serasa sempurna  Mic adalah seorang lelaki yang lebih tua beberapa tahun umurnya dari kabel. Kami bertemu disebuah acara. Sejak itulah persahabatan kami dimulai. Dimana ada mic disitu ada kabel. Kami selalu bersama. Saling berbagi, saling mendukung, Ada yang kurang jika kabel tak mendengar suara mic.
Hingga suatu hari, kabel merasakan getaran-getaran yang berbeda kepada mic. Perasaan ini kabel artikan cinta. Ya sebuah cinta antara wanita dan pria. Entah kapan tepatnya cinta dalam persahabatan ini tumbuh. Mic adalah seorang pria yang dingin. Tak ada wanita yang dekat padanya selain aku. Ia tau kalau kabel sahabatnya memberikan perhatian yang tidak biasa, bukan hanya sekedar sahabat. Mic tidak menolak, iapun seolah-olah tak tahu persaan sang kabel. Ia menikmati setiap perhatian yang ia terima dari kabel. Karena perasaan yang sama mic rasakan pada kabel, ya bertahun-tahun bahkan mungkin sebelum kabel merasakan cinta padanya. Sampai perasaan kabel terus bertumbuh, mereka masih mengatakan hubungan yang terjalin adalah persahabatan.
Menghabiskan waktu berjam-jam ditelepon sampai subuh menjemput kami biasa lakukan. Berbagi tentang keluarga,masa depan,cita-cita,lagi pengen makan apa, pengen main kemana bahkan mimpi-mimpi kami dimasa depan kami bagikan ditelepon. Ga hanya itu, kamipun berdoa bersama, tertawa bersama, makan bersama, bahkan menangis bersama. Sejak mengenal kabel, mic menjadi pria yang hangat, ia rela menunggu kabel berjam-jam hanya untuk bertemu dan mengobrol bersama.
Perasaan kabel pada mic semakin dalam, demikianpun sebaliknya. Kabel tau perasaan mic padanya sama seperti yang ia rasakan. Terkadang kabel bertanya:”mengapa ia tak mengatakannya padaku? “ tapi kabel tau benar alasannya karena saat itu mic belum bekerja.(mungkin bagi sebagian pria dewasa saat ia belum bekerja, ia belum tepat waktu menyatakan cinta pada gadis yang akan menemaninya sepanjang hidupnya, ada kebanggaan dan tanggung jawab tersendiri.
Suatu hari mic menghadiri sebuah acara. Ia tidak sengaja melihat seorang gadis sendirian. Dan ternyata dia seorang yang dia kenal. Ia adalah stand mic. Dengan perasaan yang tulus dan murni sebagai seorang teman, mic menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, karena ia pikir tidak baik wanita pulang sendirian malam-malam begini. Namun, apa mau dikata stand mengartikan lain, ia merasa kalau mic menaruh perasaan lain padanya. Entah apa alasan pasti mengapa stand mengambil kesimpulan itu.
Karena mic merasa tidak demikian. Ia meminta kabel untuk mengatakan pada stand bahwa mic tidak memiliki perasaan apa-apa padanya, murni hanya sebagai teman. Ups..stand mic marah berat pada kabel ia menyangka kalau kabel mereka-reka semuanya, “I don’t believe it, you’re jealous to me!!!!. Tak ada yang bisa menghentikan perasaan stand pada mic. Perasaan itu terus bertumbuh selaras dengan semakin seringnya mereka bertemu. Perhatian stand terlihat nyata-nyata pada mic. Entah apa yang harus dilakukan kabel, “Aku tak tahu, yang kuingin hanyalah yang terbaik untuk mic sahabatku”. Kabel terus membawa perkara hatinya dalam doa dan pengharapan. Berharap mic tak pernah berubah dan cintanya berbalas. Entah apa yang mic rasakan saat ini. Pikiran dan hatinya galau, ia merasa kalau cintanyalah yang tak dibalas oleh kabel. (Terkadang seorang pria akan mengambil sebuah kesimpulan secara sepihak ketika ia tidak melihat respon dari seorang wanita). Ia bercerita pada kabel kalau dirinya mulai jatuh hati pada stand. Air mata kabel menetes tak henti-hentinya, mic menghapus dan memegang tangan kabel. “ Aku memilihnya” Deraian air mata mereka mengalir saat kata-kata itu terucap dari bibir mic. “ Ini keputusan berat, aku tak mengerti tentang rasa ini. Tapi aku memilihnya, Aku menyayanginya. Berbeda dengan rasa sayangku padamu. Tapi aku pastikan apapun yang terjadi kita akan tetap jadi sahabat.!”
Mic dan stand menjadi sepasang kekasih. Tidak tau pasti siapa yang salah. Tapi mic berubah. Sikapnya tak seramah dulu. Ia seperti tak mengenal kabel. Apakah ini pilihan mic atau stand kah yang memintanya bersikap seperti itu pada kabel. Entahlah hanya mereka yang tau. Karena sejak awal stand tak pernah menyukai kabel dan persahabatan mereka. Sekarang mereka bukan seperti sahabat tapi ga lebih dari sekedar hanya kenal secara jauh. Apakah mic beggitu saja melupakan kabel ? beribu-ribu hari yang mereka lalui, lupakah mic akan semua itu. Tetesan air mata dan nafas panjang dengan kesedihan dan keceewakuku(kabel) karena semua ini, ya persahabatan kami berakhir. Tak seperti mic dan kabel lagi. Mic tak memerlukan kabel lagi karena ia telah memilih untuk berubah menjadi mic wireless ( mic yang tetap bisa berfungsi sekalipun tidak disambungkan dengan sebuah kabel) dan mic membutuhkan stand untuk menopangnya(fungsi stand saat ini beda dengan fungsi kabel). Mereka sudah menjadi pasangan yang tak memerlukan kabel lagi. Kabel merasa kecewa tentang sikap mic. Ia mengingkari janjinya tentang persahabatan mereka. Akankah stand dapat memiliki fungsi seperti kabel? Mm, hanya mereka yang tahu 
Apakah cinta dalam persahabatan itu salah? Apakah kabel salah ketika ia merasakan cinta yang bukan hanya persahabatan pada mic? Apakah salah jika ternyata kedua sahabat ini saling mencintai? Apakah seorang sahabat harus berubah saat ia telah menemukan cintanya?
Tak ada yang bisa mengatur kapan datangnya cinta. Ia datang dan pergi kapan saja bagi setiap orang baik tua ataupun muda. Cinta adalah anugerah. Sekalipun cinta dalam persahabatan itu ada, ia tidak perlu berubah menjadi orang lain. Ga gampang, tapi pasti bisa, sama halnya ketika engkau sudah putuskan untuk menjadikan seseorang menjadi sahabatmu,Iinipun bukanlah hal yang gampang. Namun, saat cintamu bertepuk sebelah tangan janganlah jadi kecewa. Berarti dia bukanlah orang yang terbaik yang Tuhan sediakan jadi pasanganmu melainkan orang yang tepat jadi sahabatmu. Bahkan sekalipun dalam persahabatan keduanya saling mencinta, ups.. ujilah segala sesuatu karena belum tentu ia adalah pasangan terbaik yang ditentukan bagimu. Banyak cara yang DIA pakai untuk menyatukanmu dengan pasanganmu. Bahkan DIA pun punya banyak cara untuk menjauhkanmu darinya ketika orang yang kau cintai bahkan doakan bukanlah pribadi yang terbaik bagimu. Ketika engkau menemukan cintamu dalam diri orang lain, janganlah berubah untuk menjauh dari sahabatmu, apalagi menganggap semuanya tak pernah terjadi dan tak pernah ada. Bukankah itu tidak bijaksana baik bagimu dan bagi sahabatmu, bahkan bisa menyisakan luka dalam hatimu dan hatinya?. Tidak ada teori pasti tentang “persahabatan dengan cinta atau cinta dalam persahabatan” Yang pasti apapun yang terjadi jagalah dan sayangilah sahabatmu. Karena ia akan terasa begitu berharga setelah ia jauh dan tak disampingmu. Janganlah hendaknya kasihmu menjadi dingin. Tebarkanlah selalu cinta pada orang-orang disekitarmu 

Created by: Kristin Natalia Aritonang
Edited by: someone
..07.04.2010..

1 komentar: