Minggu, 18 April 2010

..Karena cinta, hancurkah persahabatan?..


Friendship is never die. Mungkin itu adalah istilah yang paling tepat untuk mengungkapkan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Ia memerlukan seseorang atau banyak orang untuk menjadi partner dalam hidupnya. Pada awalnya tidak ada kriteria khusus untuk membangun sebuah pertemanan. Tapi semua hal itu akan menuntut suatu kriteria khusus saat akan menjadikan seseorang jadi sahabat.

Namun tak ada alasan khusus bagiku untuk menyatakan bahwa pria itu (Tom, Red) menjadi sahabatku (Friska, Red). Kami kuliah di Universitas yang sama namun beda jurusan dikota Bandung. Orang pendatang itulah kami. Aku berasal dari Sumatra sedangkan Tom dari Manado. Untuk mencari ilmu dikota orang, itu alasan kami pergi jauh meninggalkan kota kelahiran menuju kota ini. Keterbukaan adalah awal dari persahabatan. Itu adalah kondisi awal yang kami lalui. Suka duka, canda tawa, kondisi keluarga, bahkan kondisi psikologis dari pribadi masing-masing kami , sudah kami kenali dengan jelas. Dukungan penuh yang kudapat darinya untuk berbagai hal yang aku alami dan rasakan.

Entah apa yang Tom rasakan soal ketebukaan diantara kami. Tanpa basa-basi ia menyatakan cintanya padaku, ia memintaku menjadi kekasihnya. Mm, bukan rasa sayang sebagai sahabat tapi lebih dari itu sayang kepada wanita dewasa. Aku tak mengerti yang ada dalam pikiranku, ya aku tak mengerti namun aku menerima Tom sebagai kekasihku. Tom dan Friska menjadi sepasang kekasih.

Dari cerita kebanyakan orang, kalau dua insan yang saling mencintai menyatu dunia serasa milik berdua tapi yang lainnya ngontrak J Ups..tapi hal itu tidak berlaku bagi kami berdua. Tom berubah. Ia menjadi pria yang super cuek dan terasa dingin bagiku. Kedekatan dan keterbukaan yang kami miliki saat bersahabat hilang seketika bersama bergantinya “status” kami menjadi kekasih. Tidak ada telepon, tidak ada sms, tidak ada canda tawa, semuanya seolah berlalu bersama angin, ya kondisi hubunganku kini dengan Tom memiliki jarak. Entahlah, aku tak tau apa sebab dari semua perubahan ini.

Sebenarnya ada kejanggalan yang kudapat dari Tom. Sejak kami jadian, ia memintaku untuk merahasiakan hubungan kami kepada komunitas dimana kami tergabung. Kondisi ini berlangsung selama 1.5 tahun. Semakin kurasakan hubungan ini tidak jelas dan terasa hambar. Dengan tekad yang bulat J aku mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan ini, ya aku memutuskan Tom. Tak ada respon berarti dari Tom tentang keputusanku, aku juga tak tahu apa yang ia pikirkan dan rasakan soal hal ini. Namun, jujur dari hatiku, aku merasa lega. Aku merasa telah lepas dari semua ketidakjelasan ini.

Aku dan Tom lulus kuliah. Setelah lulus, Tom langsung bekerja di Bandung. Akupun mencari pekerjaan dikota ini. Sejak keputusanku waktu itu, kami sudah tidak pernah berhubungan sekalipun. TIdak sebagai sahabat tidak sebagai kekaksih bahkan mungkin tidak juga sebagai teman. Kabarnya tak pernah kudengar, ia berlalu bersama angin. Satu tahun sudah semuanya berlalu. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke kampung halamanku di Sumatra. Aku mendapat pekerjaan disana sebagai staff di salah satu perusahaan swasta. Aku sedah melupakan Tom. Kutinggalkan semua masa laluku bersama Tom dibandung.

Terkadang aku menyesali semua kondisi ini. Padahal aku ingin tetap berteman dengan Tom. Kalau tau jadinya akan kayak gini, aku tak akan pernah menerima Tom sebagai kekasihku dulu, biarlah ia tetap jadi sahabatku. Aku yakinkan aku telah melupakan Tom. Setahun belakangan ini tak pernah kudengar kabar darinya. Disuatu hari ada sebuah pesan masuk ke ponselku. Mm, pesan itu ternyata dari Tom. Memang isinya adalah pertanyaan biasa. Tapi bukan suatu yang biasa bagiku karena Tom adalah temanku. Pikirku aku melupakan apa yang ada dibelakangku. Aku memang melupakan semua yang pernah terjadi bersama Tom, tapi ia tetap temanku. Pesan singkat itu menjadi awal komunikasi kami yang baru. Aku di Sumatra dan Tom diBandung J

Tujuh hari sudah komunikasi kami berlangsung, lewat telepon juga lewat dunia maya. Pembahasan kami adalah pembahasan ringan hingga mencapai klimaksnya saat arah pembicaraan Tom berubah. Ia mengatakan sesuatu yang membuatku kaget dan berfikir. Tom berkata” Aku akan mencari pekerjaan yang baru diSumatra dan keluar dari pekerjaan yang lama diBandung. Aku juga akan melamar kamu, menjadikamu pendamping hidupku”. Perkataan seorang pria dewasa antara sungguh-sungguh atau sedang mengeluarkan jurus gombal terjitu -.-!

Kaget, ya aku kaget. Setelah 1 tahun berlalu tak pernah kudengar sedikitpun kabar dari Tom tiba-tiba ia muncul dan langsung ingin melamarku. Aku tidak gegabah, pengalamanku bersama Tom telah mengajariku dan membuatku sedikit lebih dewasa untuk perkara ini J Aku hanya bilang ‘ Jika kamu ingin mencari pekerjaan diSumatra, jangan jadikan aku alasan untuk semuanya itu” belum selesai aku bicara Tom menyahut “ Bagaimana dengan lamaranku?” Secara jujur aku katakan “ Aku tidak melihat adanya kesungguhan dalam perkataanmu, Tom. Kalau kamu memang serius, beri aku waktu selama 3 bulan untuk memikirkan dan berdoa untuk semua ini. Dan Tom setuju, kami bersepakat untuk sama-sama berfikir dan menguji segala sesuatu tentang perkara ini.

Sesuai dengan komitmen yang kami sudah ambil. Aku berdoa dan meminta tanda untuk perkara ini. Aku tidak mau salah ambil keputusan. Baru 2 minggu berlalu, pria ini sudah menanyakan apa keputusannku. Entah kenapa ia begitu terburu-buru. Aku tak tau apa yang dipikirkan dan dirasakannya saat ini! Aku belum memberikan jawaban apapun padanya. Aku tidak mau mempercepat atau memperlambat waktu pengambilan keputusan tentang semuanya ini, aku harus konsisten harus sesuai dengan kesepakatan! Menginjak bulan ke-2, ada dorongan dari hatiku untuk mencari tau soal Tom. Akhirnya aku buka account dia dalam situs jejaring sosial yang sedang marak dikalangan banyak orang saat ini.

Woooww!!!! Aku melihat sesuatu yang mengejutkanku. Ya, Tom yang ingin melamar ku, sudah memiliki hubungan “istimewa” dengan wanita lain, aku dapatkan dalam situs itu. Antara kaget, kecewa dan tidak percaya. Tak berani untuk mengambil kesimpulan apapun, semuanya masih menjadi teka-teki bagiku. Karena kupikir account ini bisa aja hanya Tom gunakan untuk “seru-seruan” aja. Tapi muncul dalam pikiranku, kenapa Tom jadi pecicilan gitu ya?. Itu hanya terekam dalam pikiranku.

Seminggu sudah dari apa yang sudah kulihat, aku tidak sekalipun menelepon, meng-sms atau menghubungi Tom dengan cara apapun. Hatiku mengatakan aku pasti mendapatkan jawaban yang sebenar-benarnya. Tom akhirnya meneleponku. Dia berkata” kemana aja, ga pernah menghubungiku?” Entah apa yang mendorongku, aku hanya mengatakan “ selamat ya, udah dapet gandengan baru eh salah Pasangan hidup maksudnya J “ Tom hanya terdiam, tak sepatah katapun terucap dari bibirnya. Telepon kami terputus. Beberapa hari kemudian, aku mendapati faktanya atas semua yang kulihat disitus itu. Apa yang kulihat adalah benar. Dari mulut dan pengakuan Tom sendiri aku tau semuanya. Tom memang sudah jadian, disaat kami sedang menguji tentang perkataannya dan komitmen yang sudah kami buat. Tom sedang melakukan permainan! itu penilaian dariku Ia mempermainkan aku, ia seolah tidak berniat untuk melakukan komitmen itu, ia mengobral cintanya padaku, bahkan secara tak sadar ia sedang menggoreskan luka ditempat yang sama ya dihatiku. Entah apa yang menjadi motif Tom atas semuanya ini. Aku tak mengerti. Aku merasa kecewa. Kekecewaanku adalah ternyata Tom tidak pernah berubah, ia tidak pernah bersikap seperti laki-laki!!!! Namun disatu sisi aku lega dan bahagia karena sebelum keputusan kuambil, Tuhan menunjukkan siapa dia, ya dia bukanlah orang yang terbaik untukku. DIA tak membiarkan cintaku jatuh pada orang yang salah. Hal inilah yang membuatku tidak memelihara luka yang pria itu torehkan. Aku memaafkan Tom. Pria itu tetap menjadi temanku Kisahku telah berujung tapi bukan ujung untuk hubungan pertemanan kami. Aku memaafkan Tom dan tetap menjaga hubungan pertemanan kami.

Guys…

Sekali lagi kita belajar bahwa segala sesuatu ada masanya, ada waktunya. Butuh sebuah kedewasaan pastinya untuk mengerti suatu hal yang baru dalam hidupmu bahkan sesuatu yang pernah terjadi dan kamu diperhadapkan lagi ke situasi tersebut. Terkadang kita merasa tau pasti apa yang terbaik bagi hidupmu. Ups, tak selamanya benar. Karena yang tau sesuatu yang terbaik dari yang terbaik bagimu hanyalah Tuhan. Butuh penyerahan hati yang penuh supaya beroleh pengertian ini. Jangan pernah mengambil suatu komitmen kalau anda hanya ingin melanggarnya alias tidak mau menepatinya. Hal itu hanya akan membohongi diri anda sendiri bahkan orang lain. Bersikaplah seperti seorang laki-laki, akuilah kesalahanmu.

DIA tahu semua kebutuhanmu, IA juga tau kapan waktunya akan memberikannya padamu. Jangan terburu-buru. Ya jangan terburu-buru untuk menjatuhkan pilihan pada seseorang, jangan obral cintamu. Segala sesuatu indah pada waktuNya J Ketika engkau terluka karena seseorang, jangan biarkan luka itu berakar dalam tubuhmu, ijinkan luka itu sembuh dengan memaafkannya dan menjalin pertemanan dengannya, tidak mudah tapi itu begitu baik dan bijak bagimu dan baginya.

by. Christin Natalia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar